Kaget Uang Sekolah Mahal, Ini Siasatnya

Musim libur telah usai. Saatnya kembali ke rutinitas sehari-hari. Para karyawan kembali menjalani kegiatan bekerja from 9 to 5. Para pengusaha dan wiraswatawan kembali membuka dan menjalankan usahanya. Para siswa kembali ke bangku sekolah menimba ilmu untuk masa depan.

Banyak orangtua yang beberapa saat lalu terkaget-kaget saat mendaftarkan putra-putrinya untuk bersekolah di jenjang yang lebih tinggi. Biaya pendaftaran masuk ke sekolah favorit naik berlipat-lipat dibanding saat mereka masih bersekolah. Dari riset yang telah dilakukan, rata-rata kenaikan biaya pendidikan adalah minimal 15% per tahun. Tentu saja akan berbeda antara satu sekolah dengan yang lain.

Orangtua bingung bagaimana menyediakan dananya. Uang THR sudah terlanjur dipakai untuk berlibur dan pulang kampung. Bongkar Dana Darurat dan pinjam sana sini agar bisa memasukkan putra-putrinya ke sekolah yang diinginkan.

Di sini dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Dalam dunia Perencanaan Keuangan, waktu dan disiplin merupakan dua faktor penting. Semakin jauh waktu yang kita miliki untuk mengumpulkan dana, semakin ringan penyisihan dananya. Begitu juga yang terjadi bila kegiatan penyisihan dana dilakukan secara bertahap dan teratur. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Lalu kapan harus mulai menyediakan dana untuk biaya pendidikan buah hati kita? Bagaimana caranya?

Mulailah menyisihkan sedikit demi sedikit setiap bulannya sejak dari anak kita lahir. Saat itulah saat yang paling optimal untuk memulai penyiapan dana pendidikan buah hati kita. Kalau putra-putri sudah besar dan belum menyiapkan dana pendidikannya, bukan berarti terlambat dan tidak perlu menyediakan. Apabila dimulai dari saat anak masih kecil, maka nominal yang harus disisihkan setiap bulannya akan sangat kecil dibanding dengan kalau kita memulai 5 tahun, 3 tahun, 1 tahun, bahkan satu bulan sebelum diperlukan.

Berapa besar yang harus kita sisihkan? Itu sangat tergantung pada sekolah apa yang kita ingin siapkan untuk anak kita. Sekolah negeri pasti berbeda dengan sekolah swasta. Begitu pula sekolah di luar negeri. Perencana Keuangan dapat membantu menghitungkan nominal yang diperlukan untuk dibentuk dan berapa yang harus disisihkan setiap bulannya secara optimal. Bukan berarti kita harus menunggu bantuan dari Perencana Keuangan. Kita bisa saja memulainya dengan kemampuan yang kita bisa sisihkan. Apabila pada saatnya masih kurang, setidaknya tidak terlalu membebani keuangan kita pada saat itu.

Banyak beredar di pasaran produk yang mengklaim sebagai Asuransi Dana Pendidikan. Hati-hati dengan produk semacam ini. Pastikan kita mengerti apa yang ditawarkan. Banyak terjadi kesalahan dalam membeli produk ini, karena ketidakpahaman nasabah. Bahkan beberapa agen pun tidak paham sehingga tidak dapat menjelaskan kepada nasabah. Asuransi Dana Pendidikan pada dasarnya adalah perpaduan antara asuransi dan investasi.

Asuransi adalah proteksi. Apakah dengan demikian, maka yang diproteksi adalah Dana Pendidikannya? Ternyata bukan. Yang diproteksi oleh produk ini adalah Jiwa Tertanggung. Apakah apabila terjadi risiko terhadap Tertanggung, maka Dana Pendidikan terjamin? Ternyata tidak juga. Dana yang dapat dikeluarkan oleh produk semacam ini apabila terjadi risiko terhadap Tertanggung adalah sebesar Uang Pertanggungan (UP) yang umumnya kecil untuk memperkecil premi yang harus dibayar nasabah, dan Dana Tunai yang merupakan hasil pengembangan dari porsi investasi kita pada produk tersebut.

Penyediaan dana untuk masa depan adalah melalui Investasi, bukan Asuransi. Kalau kebutuhan kita hanya untuk tujuan penyediaan dana di masa depan, sebaiknya berinvestasi di produk investasi. Berinvestasi di produk asuransi unit-link memang bisa merupakan satu cara, tetapi di sana terdapat biaya-biaya yang ‘tidak diperlukan’ untuk berinvestasi, yaitu biaya akuisisi.

Saat ini semakin banyak produk investasi yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Mulai produk investasi yang bersifat tradisional, seperti tanah, emas, properti, dan lain-lain. Hingga produk investasi pasar keuangan, seperti ORI, reksa dana, saham, dan sebagainya. Ketahui dan pelajari produk keuangan dan investasi dengan benar.

Untuk belajar investasi di Jakarta info workshop bisa dibuka di sini, untuk Bali bisa buka di sini dan di sini, untuk Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Mari mulai berinvestasi. Sediakan dana yang cukup untuk dana pendidikan buah hati kita di masa depan.

Find fun way to manage your fund.

Post Terkait