Kabar Gembira! Central Omega Akhirnya Kantongi Izin Ekspor Nikel

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) baru saja memperoleh rekomendasi izin ekspor nikel dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perolehan izin ekspor nikel ini diharapkan mampu berdampak positif ke kinerja perusahaan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta.

Disebutkan, Kementerian ESDM telah menyetujui permohonan izin ekspor bijih nikel kadar rendah di bawah 1,7% untuk anak usaha DKFT, PT Mulia Pacific Resources. Rekomendasi ini mengizinkan perusahaan untuk mengekspor bijih nikel tersebut sebesar 700.000 WMT per tahun. Adapun perusahaan berencana untuk mulai mengekspor bijih nikel ini pada September 2017 mendatang.

Selain mengajukan izin untuk ekspor bijih nikel untuk PT Mulia Pacific Resources, DKFT juga mengajukan izin ekspor bijih nikel untuk anak usaha lainnya. “Saat ini perusahaan masih menunggu rekomendasi bijih nikel kadar rendah untuk PT Itamatra Nusantara,” kata Direktur Operasi DKFT Kurniadi Atmosasmito.

Tak hanya menyuplai bijih nikel untuk keperluan ekspor, kedua anak usaha DKFT ini juga menyediakan bahan baku untuk smelter perusahaan yang dikelola oleh anak usaha mereka, PT COR Industri Indonesia. Smelter ini pun telah melaksanakan ekspor perdana ke China sebanyak 7.000 ton pada Juli 2017 lalu.

Dengan izin ekspor ini, perusahaan berharap bisa memberikan dampak positif ke kinerja keuangan perusahaan terutama di akun pendapatan dan laba. Per 30 Juni 2017 lalu, DKFT belum mencatatkan pendapatan dalam laporan keuangannya. Hal ini membuat perusahaan tambang ini harus menanggung rugi sebesar Rp 12,2 miliar pada semester pertama 2017 lalu.

 

Asal tahu saja, perseroan telah mengalihkan sebagian saham miliknya di PT COR Industri Indonesia kepada PT Mulia Pasific Resources dan PT Itamatra Nusantara. Perseroan mengalihkan sekitar 235.066 lembar kepada Mulia Pasific 202.418 lembar dan 32.648 lembar Itamatra. Disebutkan, nilai pengalihan ini sebesar Rp235,066 miliar. Aksi korporasi tersebut tidak mengubah pengendalian perseroan atas PT COR Industri Indonesia. Transaksi pengalihan saham PT COR Industri Indonesia termasuk transaksi material. Dua perusahaan yang menerima pengalihan saham tersebut merupakan entitas usaha perseroan dengan kepemilikan masing-masing saham 99%.

Post Terkait