Jurus Jitu Atur Keuangan Untuk Pasangan Jarak Jauh

Ketika kita menerima kenyataan harus menjalani hubungan jarak jauh, maka yang pertama kali dipikirkan adalah anggaran rumah tangga. Pasangan jarak jauh atau disebut Long Distance Marriage tentu memiliki prioritas keuangan yang berbeda dengan mereka yang berumah tangga satu atap karena memiliki dua dapur. Kembali lagi di mana suami istri tersebut tinggal karena setiap kota kebutuhan hidupnya berbeda-beda. Mungkin saja pengeluaran Long Distance Marriage ini lebih besar.

Ada berbagai macam hal yang membuat hal ini terjadi, umumnya tuntutan pekerjaan adalah hal utama yang menyebabkan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangan. Memang benar cinta tidak memandang jarak ataupun uang, akan tetapi untuk kelangsungan hidup tetap memerlukan uang, bukan? Selain rasa rindu yang mendera, hal lain yang harus diperhatikan oleh pasangan Long Distance Marriage adalah bagaimana cara mengatur keuangan.

Agar kondisi keuangan tetap terjaga dengan baik, simak tipsnya berikut ini:

1. Kesepakatan tujuan keuangan bersama sejak awal
Setiap pasangan rumah tangga pasti memiliki tujuan keuangan yang berbeda misalnya dalam hal pendidikan yaitu menyekolahkan anak. Sang suami ingin si anak bersekolah di sekolah A sedangkan sang ibu menginginkan si anak bersekolah di sekolah B. Itulah mengapa diperlukan kesepakatan di awal dan salah satu harus mengalah menurunkan sedikit egonya.

Segera tentukan siapa yang menjadi ‘Menteri Keuangan’ yang bertugas mengatur keuangan bersama. Seorang istri belum tentu bisa menjadi menteri keuangan itulah sebabnya dibutuhkan kesepakatan di awal. Apa yang telah didiskusikan dan disepakati bersama harus diterima dengan lapang dada dan segera direalisasikan.

2. Membuat catatan
Membuat catatan pengeluaran dan pemasukan adalah basic dari perencanaan keuangan. Begitu juga dengan pasangan jarak jauh sangatlah masing-masing pasangan penting membuat catatan. Catatan tersebut berisi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan makan, tempat tinggal dan kebutuhan lainnya, namun untuk pasangan jarak jauh harus ditambah anggaran satu lagi yang berisi budget untuk komunikasi.

Baik itu melalui alat komunikasi ataupun bertemu langsung. Nah pada anggaran ini apabila tidak benar-benar dikontrol akan membuat keuangan anda menjadi berantakan. Memang seringkali susah menolak keinginan orang yang dicintai apalagi anda dan pasangan jarang sekali bertemu. Akan tetapi demi keselamatan keuangan maka anda harus membatasinya jangan sampai ada kebocoran-kebocoran dalam setiap pertemuan.

3. Membuat rekening bersama
Menjalani kondisi hubungan jarak jauh membuat semua pengeluaran bulanan untuk kebutuhan hidup menjadi lebih besar. Dan hal ini juga akan memakan biaya yang sangat besar pula untuk itu batasi diri agar tidak boros.

Salah satu cara untuk mengontrol keuangan adalah membuat rekening bersama. Rekening ini bisa atas nama sang suami ataupun atas nama sang istri. Fungsi dari rekening ini adalah tabungan masa depan. Jangan sekalipun menggunakan uang yang ada di rekening ini. Untuk keadaan darurat bisa diambilkan di rekening dana darurat. Buatlah perjanjian supaya bisa disiplin setiap bulannya. Pasti enggak mau kan pengorbanan hidup berjauhan menjadi sia-sia?

4. Review kondisi keuangan
Pasangan yang menikah harus memiliki kompromi yang baik dan tidak mengedepankan ego masing-masing. Sikap saling terbuka dan percaya pun juga sangat penting dalam mengelola keuangan bersama. Bila tidak ada sikap terbuka dan percaya dalam hal apapun maka keinginan untuk mengelola keuangan dengan baik tidak akan terlaksana.

Maka jangan lupa untuk bertemu dan duduk bersama untuk mereview kondisi keuangan keluarga setiap tahunnya. Hal ini bisa menjadi dasar tujuan keuangan dan pengambilan keputusan yang berbeda dengan kesepakatan awal, misal mengalami kesulitan untuk melakukan penghematan maka mau tidak mau memerlukan sumber income baru atau bisnis sampingan.

Evaluasi semua anggaran rumah tangga selama setahun selain itu evaluasi performa investasi yang dipilih dan sudah berjalan selama setahun.

5. Mencari income tambahan
Seperti yang saya katakan di atas apabila mengalami kesulitan untuk melakukan penghematan maka tidak ada salahnya untuk menambah income tambahan atau bisnis sampingan. Misalnya dengan membeli barang-barang khas kota tersebut untuk dijual kembali,hasil keuntungannya bisa dimasukkan di rekening bersama atau bisa juga dipakai tambahan untuk budget komunikasi. Apabila pasangan yang berada di kota asal bisa menjadi yang menjalankan bisnisnya sedangkan yang berada di kota lain sebagai pengontrol bisnis tersebut.

Jadilah seseorang yang tanggap akan peluang, apapun itu apabila kita bisa melihat peluang dengan baik maka semua terasa mudah. Intinya pintar-pintarlah dalam memanfaatkan peluang jangan hanya berpangku tangan dan menyerah pada keadaan sebab hidup bukan perkara mudah apalagi kita mengalami Long Distance Marriage.

Long Distance Marriage secaara keuangan cukup menantang lho. Makanya penting untuk kita mengetahui dan pintar-pintar mengatur keuangan. Belajar yuk, di workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info bisa dibuka di sini https://bit.ly/PMJKT03 berbarengan dengan kelas Belajar Asuransi info buka di sini https://bit.ly/LIFE1609, sementara untuk reksa dana Jakarta info bisa dibuka di sini https://bit.ly/RDJKT02 berbarengan dengan di Yogya, Solo dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa lihat info di sini https://bit.ly/PMJOG17 dan di sini https://bit.ly/RDJOG17.

Hal yang paling penting adalah kita harus jujur dan terbuka karena tanpa kedua hal tersebut mengelola keuangan yang baik akan susah terwujud.
Selamat ngatur duit!

Post Terkait