Jelang Akhir Tahun, Kredit ‘Nganggur’ di Bank Masih Rp 1.400 T​

Jelang akhir tahun 2017, kredit yang belum disalurkan atau undirsbursed loan alias kredit nganggur di perbankan masih di atas Rp 1.000 triliun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, hingga September 2017 kredit nganggur ini sebesar Rp 1.400 triliun.

Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi OJK, Imansyah menjelaskan jumlah undirsbursed loan tersebut menandakan industri perbankan sudah memiliki kapasitas untuk menyalurkan pendanaan.

Dari data OJK untuk undisbursed loan commited atau kredit yang sudah disepakati namun belum ditarik oleh peminjam tercatat naik 15,8% tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 0,79%.

Undirsbursed loan kita itu positif bisa dilihat dari yang commited artinya siap untuk menyalurkan dananya, trennya naik terus. Ini artinya bank sudah siap menyalurkan pendanaan dalam bentuk kredit,” kata Imansyah dalam diskusi di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Jika dilihat dari data OJK, peningkatan undirsbursed loan terjadi sejak Juni 2016 kemudian jumlah kredit nganggur yang paling tinggi terjadi pada April 2017 yakni di atas Rp 1.400 triliun. Kemudian menurun pada Mei, lalu memasuki Agustus undisbursed loan tercatat Rp 1.392 triliun dan pada September 2017 tercatat Rp 1.400 triliun.

Dia menyebutkan kredit perbankan nasional per Oktober 2017 tercatat tumbuh 8,18% secara year on year (yoy) tumbuh dibandingkan periode September 2017 7,86%.

“Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat di posisi 11,95% lebih rendah dibandingkan periode September 2017 11,69%,” ujarnya.

Post Terkait