Jeda Siang, IHSG Stagnan

Solid Gold Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak volatile sepanjang perdagangan sesi pertama. Meski demikian, IHSG masih mampu mempertahankan lajunya di zona hijau.

Sementara, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.312 dibandingkan dengan posisi sore akhir pekan lalu di Rp 13.346.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 0,771 poin (0,01%) ke level 5.831,024. Sedangkan Indeks LQ45 melemah tipis 0,195 poin (0,01%) ke level 977,944.

Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (17/7/2017), IHSG naik tipis 0,991 poin (0,02%) ke level 5.832,312. Indeks saham LQ45 turun 0,742 (0,08%) ke level 977,324.

Menutup sesi pertama, IHSG masih bergerak di zona hijau meski sempat beberapa kali menyentuh zona merah. IHSG naik 1,547 poin (0,03%) ke 5.833,342. Indeks LQ45 naik 0,431 poin (0,04%) ke 978.570.

Posisi tertinggi IHSG sempat terjadi pada level 5.840,532 dan terendah pada 5.829,386. Perdagangan siang ini terpantau masih sepi. Hingga siang ini telah terjadi 140.945 sebanyak 4,7 miliar lembar saham senilai Rp 2,6 triliun.

Sepinya transaksi membuat 6 sektor saham melemah dipimpin sektor perdagangan yang tergerus 0,30%. Sebanyak 149 saham menguat, 129 saham melemah dan 132 saham stagnan. Tak tampak transaksi mencolok yang cukup kuat untuk menggerakkan pasar. Investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp 127,500 miliar.

Pergerakan tipis IHSG terjadi di tengah laju Bursa saham Asia siang ini yang bergerak positif. Hanya bursa saham China yang mengalami pelemahan.

Berikut pergerakan bursa saham Asia pagi ini:
Indeks Hangseng naik 145,64 (0,55%) ke 26.534,87
Indeks Komposit Sanghai turun 7,97 (0,16%) ke 3.214,450
Indeks Strait Times naik 5,10 (0,16%) ke 3.292,53.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah, Inti Bangun (IBST) naik Rp 500 ke Rp 2.600, Metropolitan Kentjana (MKPI) naik Rp 300 ke Rp 24.800, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 12.450 dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 225 ke Rp 19.875.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 500 ke Rp 11.000, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 48.200, Adhi Karya (ADHI) turun Rp 80 ke Rp 2.020 dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 75 ke Rp 7.025

Post Terkait