Janji Dirut BRI dan BNI Turunkan Suku Bunga Kredit

Bank Indonesia (BI) pada akhirnya menurunkan suku bunga acuan BI 7-days repo rate dari 4,75% jadi 4,5%. Keputusan tersebut disambut baik dunia usaha yang berharap suku bunga kredit perbankan juga bisa ikut turun.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Suprajarto mengaku juga ikut menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya penurunan suku bunga acuan menjadi sinyal bahwa perbankan harus ikut menyesuaikan suku bunganya.

“Saya rasa ini arah yang baik ya. BI rate turun 4,5%, jadi ini tanda bahwa kita harus menurunkan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan. Kalau turun sektor riil akan cepet bergerak,” tuturnya di Gedung KKP, Jakarta, Jumat (25/8/2017).

Namun penurunan suku bunga acuan tidak bisa serta merta langsung membuat perbankan menurunkan suku bunga kreditnya. Biasanya perbankan harus menurunkan suku bunga dana pihak ketiganya (DPK) terlebih dahulu, seperti bunga deposito.

Jika sudah menurunkan suku bunga DPK, Suprajarto berjanji akan menurunkan suku bunga kredit BRI. Namun dia perkirakan membutuhkan waktu hingga 3 bulan.

“1-2 bulan lah, nggak bisa cepet kan ya itu. Ya paling lama 3 bulan ya,” ujarnya.

Sementara Wakil Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Herry Sidharta mengatakan, pihaknya siap untuk menurunkan suku bunga kredit, namun perlu penyesuaian terlebih dahulu. Salah satunya dengan melakukan penyesuaian suku bunga DPK.

“Kita akan sesuaikan terlebih dahulu. Jadi nggak bisa langsung. Tapi kami akan usahakan secepatnya. Kita kan hanya mediator. Selama mereka (nasabah) mau diturunkan ya bisa,” tukasnya.

Post Terkait