Investor Tunggu Reformasi Pajak, Dolar AS Semakin Kokoh

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan waktu setempat. Hal tersebut karena para investor masih mencerna rencana pajak Partai Republik di Senat.

Partai Republik berencana meluncurkan sebuah rencana (rancangan undang-undang) untuk merombak kode pajak AS yang mengandung perbedaan penting dari rencana pajak Partai Republik di DPR.

RUU Senat akan menunda pemotongan tarif pajak perusahaan dari 35% menjadi 20% sampai 2019.

Anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS mengumumkan RUU yang telah lama dinanti untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa, dengan mengurangi secara signifikan pajak penghasilan individual dan perusahaan.

RUU (Partai Republik di DPR) tersebut akan mengurangi jumlah bracket pajak pendapatan pribadi dari tujuh menjadi empat, sekaligus mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. RUU juga akan memotong tarif pajak penghasilan badan menjadi 20 persen dari 35 persen.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1660 dari USD1,1644 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3200 dari USD1,3151 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun ke USD0,7659 dari USD0,7681.

Dolar AS di beli 113,56 yen Jepang, lebih tinggi dari 113,26 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9962 franc Swiss dari 0,9939 franc Swiss, dan mencapai 1,2686 dolar Kanada dari 1,2674 dolar Kanada.

Post Terkait