Investor Menanti Hasil Pertemuan The Fed, Wall Street Naik Tipis

Pasar saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, dibuka sedikit menguat karena investor menunggu kesimpulan dari pertemuan dua hari The Federal Reserve terkait rencana untuk menaikkan suku bunga acuan ketiga tahun ini.

Gubernur The Fed Janet Yellen akan mengadakan konferensi pers yang memberikan gambaran inflasi Amerika. Bank sentral pun diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun investor yakin The Fed akan mulai melepaskan kepemilikannya sekira USD4,2 triliun obligasi dan sekuritas berbasis mortgage mereka.

 The Fed diperkirakan akan membatasi jumlah obligasi jatuh tempo yang digunakan setiap bulan untuk membeli obligasi baru. Pemangkasan tersebut, awalnya akan sebesar USD10 miliar per bulan, dimulai pada Oktober mendatang.

Tingkat inflasi yang tetap berada di bawah target 2% Fed, diimbangi oleh kenaikan harga konsumen domestik, telah meningkatkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember lebih dari 50%.

Pedagang bertaruh akan adanya kenaikan suku bunga di Desember sebesar 56,4%, naik dibandingkan dengan prediksi seminggu lalu sebesar 46,8%.

Indeks Dow Jones Industrial Average .DJI naik 0,57 poin ke level 22.371, indeks S&P .SPX naik 1 poin atau 0,04% ke 2.507,65 dan indeks Nasdaq Composite .IXIC turun 2.18 poin atau 0,03% menjadi 6.459,14.

Meskipun ketiga indeks bergerak dalam kisaran sempit, tapi indeks S&P naik tipis ke level rekor terbaru. Delapan dari 11 sektor di indeks S&P dibuka lebih tinggi, dipimpin oleh kenaikan 0,5% dalam indeks energi .SPNY.

Harga minyak mengalami kenaikan kuartalan terbesar mereka dalam 13 tahun, setelah menteri minyak Irak mengatakan OPEC dan mitranya mempertimbangkan untuk memperpanjang atau memperbesar pemotongan output.

Post Terkait