Investor Kabur ke Yen Jepang, Dolar AS Sentuh Level Terendah

Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir ke level terendah 16 bulanan terhadap yen Jepang pagi ini. Dolar AS tertekan oleh kekhawatiran adanya perang perdagangan global dan kehati-hatian terhadap perkembangan politik di Tokyo.

Mata uang AS diperdagangkan pada USD104,83 yen JPY, setelah sempat jatuh ke USD104,56. Ini merupakan angka terendah dolar AS sejak November 2016.

Dolar telah merosot 1,2% versus rekan mata uang Jepangnya pekan lalu, karena meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Pasar global terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif pada barang-barang China. China pun merespons dan bernjanji akan menerapkan tarif serupa jika Amerika memang memberlakukan tarif besar.

Langkah-langkah ekonomi dijuluki “Abenomics” yang diprakarsai oleh Perdana Menteri Shinzo Abe, telah menjadi faktor yang telah menarik yen turun selama beberapa tahun terakhir untuk kepentingan eksportir. Ini pun mengarah pada penurunan peringkat dukungan perdana terlihat melemahkan kemampuannya untuk menjaga Abenomics tetap berlaku.

Yen Jepang dan Swiss franc pun menjadi penerima manfaat besar adanya perang tarif ini. Akan tetapi, akan lebih banyak spekulan yang melompat masuk, dan pembalikan pun bisa terjadi sewaktu-waktu.

Franc Swiss sedikit berubah pada 0,94 franc per dolar AS, setelah naik 0,55% terhadap greenback pekan lalu. Euro naik lebih tinggi pada USD1,23 per euro setelah naik 0,5% minggu lalu.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama stabil pada 89,453. DXY dan dalam jangkauan dekat terendah satu bulan dari 89,356 set minggu lalu. Dolar Australia menguat 0,3% menjadi USD0,77 dan dolar Selandia Baru naik 0,35% menjadi USD0,72.

Post Terkait