Investor Kabur ke Yen Jepang, Dolar AS Dibuka Tak Banyak Bergerak

Dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stabil terhadap yen Jepang, setelah turun dari level tertinggi 12 minggunya. Investor masih berfokus pada risiko geopolitik di tengah kekhawatiran bahwa Korut mungkin sedang mempersiapkan uji coba rudal lainnya.

Korea Utara sedang mempersiapkan untuk menguji rudal jarak jauh, yang diyakini dapat mencapai pantai barat Amerika Serikat. Fokus baru pada ketegangan geopolitik tersebut, membantu memberi dukungan pada safe haven yen, dan membuat dolar AS turun dari level tertingginya.

Dolar AS pun mundur karena profit taking, berita utama Korea Utara sampai ke pasar dan memperparah penurunan greenback. Dolar terakhir diperdagangkan pada 112,58 yen Jepang. Dolar telah meningkat setinggi 113,44 yen pada akhir pekan kemarin, level tertinggi sejak 14 Juli.

Jepang adalah negara kreditor bersih terbesar di dunia, para pedagang menganggap Jepang aman dari penjualan aset oleh investor asing selama masa ketidakpastian ekonomi. Ini berarti yen akan menjadi aset safe haven, meskipun ada masalah dengan Korea Utara.

 Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,1% menjadi 93.733, setelah mengalami kenaikan sebesar 94.267, level terkuatnya dalam lebih dari dua bulan.

Data upah dari laporan pasar tenaga kerja AS September terlihat sebagai tanda kenaikan inflasi, yang berpotensi memberi dolar pijakan, karena mendorong harapan agar Federal Reserve menaikkan suku bunga lagi di bulan Desember.

Sementara poundsterling terhambat oleh ketidakpastian yang berkembang, mengenai kendali kepemimpinan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Pound terakhir diperdagangkan pada USD1,3084 per poundsterling, naik 0,2% pada hari itu.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan dia akan tetap menjadi pemimpin, setelah mantan ketua Partai Konservatifnya mengatakan bahwa dia telah mengumpulkan dukungan dari 30 anggota parlemen untuk menggulingkan Theresa.

Post Terkait