Investor Asing Jual Saham-saham Big Cap

Sejak pagi tadi hingga penutupan jeda sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak di zona merah. Hingga siang ini IHSG tercatat turun 34,465 poin atau 0,59% ke 5.829,59.

Transaksi saham juga cenderung sepi. Nilai transaksi sepanjang sesi I hanya Rp 2,2 triliun, dengan 2,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Ada 192 saham yang melemah dan 118 saham yang menguat.

Menurut Analis First Asia Capital, David Sutyanto, jatuhnya IHSG hari ini lantaran adanya aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor asing.

“Ini banyak net sell di saham-saham big cap (berkapitalisasi pasar besar). Mereka profit taking (ambil untung) lantaran sebelumnya sudah merasa untung,” tutur David saat dihubungi detikFinance, Senin (4/9/2017).

Hingga sesi I, investor asing memang melakukan aksi jual di seluruh pasar Rp 192,88 miliar. Sementara untuk di pasar reguler, net sell mencapai Rp 211,82 miliar.

Aksi profit taking yang dilakukan investor asing kebanyakan memang terjadi di saham-saham besar. Seperti saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 64 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 53 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 30 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 14,9 miliar, dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 14,6 miliar.

Menurut David, aksi ambil untung yang dilakukan investor asing juga terpengaruh dari sentimen rudal yang diluncurkan Korea Utara (Korut). Jika ada gejolak politik kebanyakan investor memang cenderung mengamankan portofolionya ke instrumen investasi aman (safe haven).

Sementara untuk rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan deflasi 0,07% pada Agustus 2017 ternyata tidak cukup kuat menopang laju IHSG. Meskipun David percaya pengaruhnya akan terlihat pada perdagangan esok hari dan sedikit pada sesi II nanti.

“Jadi IHSG hari ini saya kira masih melemah, tapi pelemahannya membaik dibanding sesi I,” tukasnya.

Post Terkait