Investment Grade Jadi Jalan Tol IHSG Menuju ke 6.000

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk melaju ke level 6.000 menjadi harapan bagi pasar modal Indonesia. Pasalnya, IHSG menjadi salah satu tolok ukur kinerja bursa saham Indonesia.

Kepala riset Reliance Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, apabila IHSG bisa kembali ditutup di atas level 5.800, maka besar peluang bagi indeks untuk mengincar level resisten berikutnya, yaitu 5.900-6.000. Adapun beberapa hal yang dapat mendukung kemungkinan ini, menurutnya adalah arus modal masuk (capital inflow) ke pasar modal.

Capital inflow yang masih deras mencapai lebih dari Rp14 triliun pada pasar saham, dan lebih dari Rp95 triliun pada pasar obligasi,” ujarnya saat dihubungi Okezone.

Selain itu, Robertus melanjutkan, jalan mulus IHSG akan didorong oleh kenaikan rating dari Standard & Poors yang telah mengafirmasi rating investment grade Indonesia. Ada pula Moodys Investors Service yang telah menaikkan outlook perbankan Indonesia dari positif menjadi stabil.

“Kenaikan investment grade dari S&P serta outlook sektor perbankan dari Moody’s diperkirakan dapat menunjukkan dampak penuhnya pada semester II ini,” tambah dia.

Robertus juga menilai, adanya penghematan APBN pada belanja kementerian dan lembaga yang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur juga memberikan dampak positif. Pengalihan ini diharapkan mendatangkan banyak investasi pada sektor infrastruktur. “Penghematan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi meskipun harus dibayar dengan kemungkinan naiknya defisit anggaran,” terang dia.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 45 poin atau 0,79% ke 5.819. IHSG mencapai all time high-nya di level 5.910 pada 3 Juli.

Post Terkait