Investasi Bodong Marak Ditawarkan Lewat Internet

Satuan tugas (satgas) waspada investasi akhir bulan ini akan memanggil sejumlah perusahaan terkait investasi bodong. Hal tersebut dilakukan karena entitas itu diduga memiliki bisnis di luar kewajaran.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, saat ini satgas masih melakukan analisa dan penelitian yang mendalam terkait model bisnis tersebut.

“Kami masih meneliti, tapi penawaran investasinya banyak yang melalui internet,” kata Tongam kepada detikFinance, Selasa (7/11/2017).

Dia mengatakan, entitas diduga menjalankan bisnis di luar kewajaran. Padahal bisnis harusnya memiliki konsep 2 L yakni legal dan logis.

Tongam mengimbau kepada masyarakat, jika mendapatkan penawaran baik dari orang lain atau melalui internet harus memperhatikan prinsip 2 L.

“Logis artinya memberikan imbal hasil yang wajar, tidak berlebihan. Legal harus ada izin usahanya. Jadi harus waspada,” ujar Tongam.

Dia menjelaskan, imbal hasil yang terlalu tinggi dan diklaim tanpa risiko justru cenderung menyesatkan.

Pertama Legal artinya, periksa legalitas izinnya jika ragu hubungi call centerOJK di 1500655 atau waspadainvestasi@ojk.go.id. Dia menjelaskan, Satgas Waspada Investasi ke depannya masih terus menangani investasi ilegal. Pihaknya menerima pengaduan masyarakat.

“Kami melihat di media sosial dan sumber informasi lainnya. Kami analisis, kami panggil entitas tersebut dan apabila diduga merugikan masyarakat maka kami hentikan kegiatannya,” ujar dia.

Sebelumnya satgas juga telah menghentikan entitas Talk Fusion karena diduga menjalankan investasi bodong dengan modus penjualan aplikasi video conference di internet.

Post Terkait