Inilah Investasi yang Cocok Buat Para Fresh Graduate

Mata kuliah tentang manajemen keuangan memang tidak selalu ada. Terlebih bagi mahasiswa yang berada di jurusan saintek. Namun ilmu yang satu ini sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang kita tahu bahwa uang menjadi barang yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Sehingga manajemen dalam pengelolaannya amatlah dibutuhkan. Tidak jarang mahasiswa yang baru lulus atau fresh graduate berperilaku boros setelah bekerja. Mereka baru menyadari akibat buruknya setelah 3-5 tahun bekerja. Hal ini ditandai dengan tidak adanya aset berharga yang berhasil diraih.

Seorang fresh graduate harus bisa mengelola keuangan dengan baik, bahkan sebelum lulus. Selain kebutuhan, gaji yang mereka dapat juga harus disisihkan sebagian untuk ditabung. Bahkan jika ingin lebih berkembang dalam finansial, seorang fresh graduate bisa memilih investasi. Lalu, jenis investasi apa yang tepat? Selanjutnya akan diulas mengenai jenis investasi untuk fresh graduate berikut tipsnya.

1. Lengkapi Anggaran dengan Pemasukan dan Pengeluaran

Tidak banyak diketahui orang bahwa saat pertama kali bekerja, maka dia harus membuat anggaran pemasukan dan pengeluaran. Meski terdengar sepele, tapi hal ini sangatlah penting untuk manajemen keuangan yang baik.

Melalui anggaran tersebut, Anda dapat mengevaluasi pengeluaran setiap bulannya. Anda pun akan mengetahui bahwa kebutuhan-kebutuhan yang penting harus diprioritaskan terlebih dahulu dan mengesampingkan kebutuhan sekunder atau yang tidak begitu penting.

2. Sisihkan Sebagian Gaji untuk Ditabung

Setelah membuat anggaran pendapatan dan pengeluaran, selanjutnya buatlah besaran gaji yang harus disisihkan untuk tabungan. Buatlah catatan agar Anda dapat menentukan dan mengevaluasi biaya hidup per bulannya yang diperuntukan untuk kebutuhan primer atau utama.

Begitu biaya tiap bulan bisa ditentukan, Anda baru bisa menentukan besaran yang bisa ditabung. Pengalokasian dana untuk tabungan adalah hal utama yang harus dilakukan ketika mendapatkan gaji.

Jangan menabung dari uang sisa karena kecenderungan orang ketika mendapatkan gaji ialah membelanjakan uangnya hingga habis. Jadi, akan sangat sulit menabung jika Anda menggunakan gaji Anda terlebih dahulu.

3. Persiapkan Dana Darurat

Kebanyakan orang begitu melampaui langkah pertama dan kedua, mulai tebersit untuk mengalokasikan dana guna investasi mereka. Ini sebab tabungan mereka telah terisi. Hal ini memang tidaklah salah, namun jika di tengah-tengah investasi terjadi hal-hal atau risiko darurat, tidak ada lagi dana yang dapat digunakan untuk menyelamatkan keadaan.

Tapi ada pula orang yang membeli barang-barang mahal begitu tabungan terkumpul sehingga dana tabungan mereka pun habis tak bersisa. Oleh sebab itu, langkah selanjutnya yang harus diterapkan ialah menetapkan tujuan keuangan. Tujuan keuangan yang pertama kali ialah mengumpulkan dana darurat. Dana darurat dapat digunakan untuk berbagai hal, namun yang paling utama ialah untuk hal-hal darurat seperti perawatan rumah sakit akibat kecelakaan.

4. Mulai Berinvestasi Setelah Keamanan Keuangan Terjamin

Setelah dana darurat terkumpul dengan aman, sekarang Anda bisa berinvestasi untuk pertama kali. Mulailah dengan menentukan tujuan keuangan, sebab investasi selalu berkaitan dengan tujuan, jangka waktu dan risiko yang perlu dihadapi.

Beberapa produk investasi yang tersedia di lembaga keuangan antara lain deposito, obligasi, dan reksa dana. Jika tujuan keuangan Anda untuk jangka pendek, manfaatkanlah deposito dan reksa dana pasar uang.

Jika tujuannya jangka pendek menengah, cobalah telusuri obligasi ritel (ORI), sukuk ritel (Sukri) dan reksa dana pendapatan tetap. Sedangkan untuk tujuan jangka panjang, pilihlah reksa dana campuran atau reksa dana saham. Setiap produk investasi ini memiliki risiko yang berbeda-beda.

5. Update Informasi dan Pengetahuan

Tidak hanya produk investasi yang dijual oleh lembaga keuangan atau bank yang dapat Anda pilih. Investasi pertama juga dapat dilakukan di instrumen non finansial seperti emas. Emas yang dimaksud di sini bukanlah perhiasan, melainkan logam mulia yang bersertifikat. Investasi lainnya dapat melalui bisnis seseorang.

Hal terpenting ketika hendak berinvestasi ialah selalu memperkaya diri dengan informasi, pengetahuan dan pengalaman. Bacalah berita keuangan secara rutin. Carilah informasi dan pengetahuan sebanyak mungkin untuk memperluas wawasan Anda.

Saat wawasan Anda luas, maka Anda cenderung berpikir jangka panjang dengan lebih bijak ketika hendak mengambil keputusan.

Hadapi Tantangan dalam Investasi

Begitu memulai investasi untuk pertama kali, Anda akan mendapat banyak pengalaman. Bukan hanya keberhasilan, tetapi juga kegagalan. Setiap jenis investasi memiliki tantangannya masing-masing dengan kadar yang berbeda. Ketika tantangan tersebut merupakan risiko yang membuat Anda jatuh, janganlah menyerah! Jadikan setiap pengalaman sebagai guru paling berharga untuk evaluasi di masa depan. Masa lalu di mana Anda gagal ketika berinvestasi, jangan pernah dilupakan! Tetapi jadikan hal tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk lebih berhati-hati dan cerdas dalam mengambil langkah di masa depan.

Post Terkait