Indeks Manufaktur AS Anjlok, Emas Berjangka Berjaya

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Kamis, (Jumat pagi WIB), setelah data ekonomi Amerika Serikat memberi ketidakpastian mengenai jalur Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuannya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik USD0,5 atau 0,04%, menjadi menetap di USD1.278,20 per ounce.

Harga emas sempat menambah kenaikan awal setelah data ekonomi menunjukkan beberapa pelemahan ekonomi AS, meski tidak sampai pada tingkat yang diharapkan dapat mengimbangi Federal Reserve dari kenaikan suku bunga acuannya pada Desember.

Data resmi yang dirilis pada Kamis (16/11) menunjukkan indeks manufaktur Fed Philadelphia jatuh ke angka 22,7 di November, dari 27,9 di Oktober.

Klaim pengangguran mingguan AS melonjak ke level tertinggi enam minggu, namun produksi industri Oktober naik sebesar 0,9%.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember bertambah 10,1 sen atau 0,6%, menjadi ditutup pada USD17,072 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya naik USD3,1 atau 0,33 persen, menjadi menetap di USD936,2 per ounce.

Sehari sebelumnya, pada Rabu (Kamis pagi WIB), kontrak emas berjangka di New York berakhir lebih rendah setelah patokan utama dolar AS diperdagangkan di dekat level tertinggi sesi ini.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak saling berlawanan, sehingga penguatan dolar AS memperlemah daya tarik investor yang menggunakan mata uang lainnya terhadap emas.

Post Terkait