Impor Konsumsi Turun, BI: Tidak Cerminkan Penurunan Daya Beli

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan impor pada Agustus 2017 lalu. Menurut catatan BPS nilai impor Agustus tercatat mengalami penurunan sebesar 2,88% dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor ini mengalami penurunan hingga menyentuh angka USD13,49 miliar.

Menurut Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Dodi Budi Waluyo, penurunan impor terjadi pada sektor konsumsi. Namun, impor barang modal masih sesuai dengan target pemerintah.

 “Kalau impor terkait dengan barang modal, barang investasi itu masih inline,” kata Dodi di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Namun, BI memastikan bahwa penurunan impor pada sektor konsumsi ini tidak mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat. Menurut catatan BI, impor konsumsi hingga penjualan ritel saat ini justru telah berangsur mengalami perbaikan.

Dodi mencontohkan, pada penjualan kendaraan bermotor yang tercatat tumbuh tinggi sepanjang bulan Juli lalu. Pada indikator lainnya, pendapatan masyarakat juga tercatat mengalami peningkatan.

Selain itu, nilai tukar petani, upah buruh riil bangunan juga tercatat mulai membaik. Menurut catatan BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan sepanjang bulan Agustus 2017. NTP nasional Agustus 2017 mencapai 101,60 atau naik 0,94% dibanding NTP bulan sebelumnya.

Hal ini mencerminkan adanya daya dorong bagi perbaikan dari sektor konsumsi. Kendati demikian, BI menekankan bahwa perbaikan daya beli ini belum sepenuhnya mengalami perbaikan.

“Apakah sudah pulih benar, belum. Kita melihat dari sisi konsumen masih menahan dari beberapa kegiatan konsumsi mereka,” ujarnya.

Post Terkait