IHSG Menguat Sambut Libur Panjang

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan. Akan tetapi, penguatan IHSG terbatas.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Kamis (29/3/2018), IHSG naik tipis 12,80 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.153,64. Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG naik tipis 7,14 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.147. Indeks saham LQ45 menguat tipis 0,04 persen. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Sebanyak 130 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 44 saham melemah dan 91 saham di tempat. Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.161,66 dan terendah 6.143,66.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 13.766 kali dengan volume perdagangan 35,42 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 199,8 miliar. Investor asing jual saham Rp14,09 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.751.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham pertanian melemah 0,25 persen dan sektor saham keuangan susut 0,29 persen. Sektor saham tambang naik 0,46 persen, sektor saham barang konsumsi menanjak 0,50 persen, dan sektor saham manufaktur mendaki 0,40 persen.

Saham-saham catatkan penguatan pada awal sesi antara lain saham ESTI naik 20,62 persen ke posisi Rp 117, saham IBFN melonjak 14,94 persen ke posisi Rp 100 per saham, dan saham MGNA mendaki 6,76 persen ke posisi Rp 79.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham IIKP susut 11,36 persen ke posisi Rp 195, saham TAXI merosot 8,89 persen ke posisi Rp 123, saham GOLL merosot 7,02 persen ke posisi Rp 106 per saham.

Sebagian bursa Asia melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,58 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi melemah 0,05 persen, indeks saham Shanghai tergelincir 0,48 persen, indeks saham Taiwan susut 0,39 persen.

Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,46 persen dan indeks saham Singapura mendaki 0,61 persen.

Prediksi Analis

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terkonsolidasi pada perdagangan menjelang libur panjang ini. Namun, peluang kenaikan IHSG masih terbilang cukup besar.

“IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan peluang kenaikan yang masih cukup besar, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih akan turut memberikan warna terhadap pola gerak IHSG,” tutur Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Wijaya dalam ulasanya di Jakarta 29 Maret 2018.

William lebih jauh menjelaskan, selain nilai tukar rupiah yang fluktuasi, harga komoditas juga memberikan warna pada pergerakan IHSG di Kamis ini.

“Fluktuasi harga komoditas turut memberikan warna terhadap pola gerak IHSG. IHSG berada pada kisaran 6.081 – 6.288,” tambah dia.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi menyebutkan IHSG berpotensi rebound pada perdagangan akhir Maret ini. “IHSG berpotensi rebound diakhir bulan Maret dengan rentan pergerakan 6080-6205,” ujarnya.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengungkapkan IHSG mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar lanjutan pada pergerakan indeks saham.

“IHSG mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar lanjutan pada pergerakan indeks saham. Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area support pada level 6.106 – 6.071,” ujarnya.

 

Post Terkait