IHSG Gagal Bertahan di 6.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 6.000 pagi tadi. Sayangnya, aksi jual asing menghambat laju penguatan IHSG. Sore ini, IHSG bahkan berakhir di bawah level 6.000.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini stagnan. Dolar AS berada di posisi Rp 13.526 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.523

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 61,925 poin (1,04%) ke level 6.014,063 setelah akhir pekan lalu anjlok cukup dalam.

Pada penutupan perdagangan Sesi, Senin (4/11/2017), IHSG bertambah 56,573 poin (0,95%) ke level 6.008,711. Sementara Indeks LQ45 melaju 17,651 poin (1,78%) ke level 1.009,815.

Meski bergerak positif, namun IHSG gagal mempertahankan level 6.000 pada penutupan perdagangan sore ini. IHSG naik 46,057 poin (0,77%) ke 5.998,195. Indeks LQ45 naik 15.731 poin (1,59%) ke 1.007,895.

Indeks berhasil menghindari zona merah hingga penutupan perdagangan siang. Posisi tertinggi yang sempat disinggahi IHSG ada di 6.022,593 dan terendah di 5.994,348.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 430.834 kali dengan volume 16,5 miliar lembar saham senilai Rp 10,8 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 223 turun, dan 116 saham stagnan. Laju perdagangan IHSG diwarnai aksi crossing saham PT SMR Utama dengan total nilai transaksi sebesar Rp 3,1 triliun.

Bursa regional masih bergerak mix hingga sore hari ini, ada yang melemah, ada juga yang menguat. Melemahnya bursa global menjadi sentimen negatif, Berikut situasi bursa-bursa Asia hingga siang ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 111,67 poin (0,49%) ke level 22.707,16.
  • Indeks Hang Seng naik 64,26 poin (0,22%) ke level 29.138,28.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 8,00 poin (0,24%) ke level 3.310,38.
  • Indeks Straits Times melemah 11,70 poin (0,32%) ke level 3.438,47.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.625 ke Rp 79.150, Siloam (SILO) naik Rp 475 ke Rp 10.600, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 450 ke Rp 20.800, dan Indocement (INTP) naik Rp 375 ke Rp 18.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 500 ke Rp 33.000, Jembo Cable (JECC) turun Rp 390 ke Rp 4.810, Pelat Timan Nusantara (NIKL) turun Rp 350 ke Rp 2.350, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 300 ke Rp 6.625.

Post Terkait