Holding BUMN Tambang Disahkan, Saham TINS, PTBA dan ANTM Langsung Meroket

Holding BUMN Tambang akhirnya terealisasi. Perusahaan tambang pelat merah yang tergabung holding BUMN Tambang, yakni PT Antam Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS). Bagaimanakah penampilan trio saham tambang pelat merah di hari pertamanya ini?

Pada performa perdananya pasca-disahkan menjadi holding BUMN, saham ketiganya tampil memukau. Belakangan memang saham sektor pertambangan tengah unjuk gigi di zona hijau.

Berdasarkan pengamatan Okezone, Kamis (30/11/2017), berikut ini rincian saham Trio Tambang Pelat merah tersebut pada pukul 10.31 WIB.

1. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA)

Saham di posisi 11,400 menguat 150 poin atau 1,33%.

Saat pembukaan saham di posisi Rp11.50 per lembar saham.

Posisi tertinggi Rp11.459 per lembar saham

Posisi terendah Rp11.350 per lembar saham.

Kapitalisasi pasar Rp26,21 triliun

2. PT Timah (Persero) Tbk PT (TINS)

Harga saham Rp850 meningkat 5 poin atau 0,59%.

Saat pembukaan saham di posisi Rp855 per lembar saham.

Posisi tertinggi Rp860 per lembar saham

Posisi terendah Rp840 per lembar saham.

Kapitalisasi pasar Rp6,29 triliun.

3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Harga saham Rp655 meningkat 0 poin atau 0%.

Saat pembukaan saham di posisi Rp655 per lembar saham.

Posisi tertinggi Rp675 per lembar saham

Posisi terendah Rp665 per lembar saham.

Kapitalisasi pasar Rp15,98 triliun.

Seperti diberitakan okezone sebelumnya, trio tambang pelat merah resmi menjadi anggota holding BUMN industri pertambangan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan ketiganya.

Dalam RUPSLB sudah disetujui perubahan anggaran dasar perusahaan terkait perubahan status dari Persero menjadi Non-Persero sehubungan dengan PP 47/2017 tentang Penambahan Penyertaan modal Negara Republik Indonesia kedalam modal saham PT lnalum (persero) selaku induk holding.

Berdasarkan PP tersebut masing-masing perusahaan mengalihkan saham seri B milik negara ke Inalum dengan rincian sebagai berikut:

Berdasarkan PP tersebut sebanyak 15.619.999.999 atau 65% saham seri B milik negara di Antam dialihkan ke lnalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan 35% tetap milik publik. Sementara itu, saham Seri A PT Antam yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Kemudian PT Timah mengalihkan 4.841.053.951 saham Seri B atau sebanyak 65% ke lnalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT Timah Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara. “Dari yang kuorum sekitar 90% (terhadap hasil RUPSLB),” ujar Direktur Utama PT Timah Tbk, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Sementara itu, Bukit Asam mengalihkan 1.498.087.499 saham Seri B atau sebanyak 65.02% kepada lnalum sebagai tambahan penyertaan modal negara dan saham Seri A PT Bukit Asam Tbk yang merupakan saham pengendali tetap dimiliki negara.

Post Terkait