Holding BUMN Perkebunan Siapkan Rp 16 Triliun buat Belanja Modal

Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan mempunyai misi besar pada  2018. Holding BUMN perkebunan sedang restrukturisasi korporasi sehingga butuh dana relatif besar.

Salah satu pembiayaan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 16 triliun pada 2018. Holding BUMN perkebunan pun telah peroleh dukungan dari bank BUMN dan swasta.

“Keberhasilan holding Perkebunan Nusantara meraih fasilitas pinjaman menunjukan tingkat kepercayaan dan dukungan tinggi dari perbankan atas reputasi Perusahaan dalam mengelola bisnis perkebunan,” tutur Wakil Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Dolly P. Pulungan dalam keterangan tertulis, Minggu (1/4/2018).

Dalam dua tahun terakhir, bank-bank swasta yang telah memberikan komitmen pendanaan antara lain PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Central Asia (BCA), Bank Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Indonesia, Bank Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) Indonesia.

Selain itu, BUMN perkebunan sedang  menjajaki dengan beberapa bank lain, antara lain PT Bank Permata Tbk, PT Bank UOB Indonesia, dan bank lainnya. Selain pembiayaan dari fasilitas bank, saat ini perseroan juga tengah menjajaki opsi alternatif pendanaan melalui penerbitan instrumen utang.

Post Terkait