Harta Peserta Tax Amnesty Tidak akan Diperiksa

Solid Gold Jakarta Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan memastikan, tidak akan melakukan pemeriksaan terhadap para wajib pajak (WP) yang telah mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty). Pemeriksaan yang dimaksud terhadap data pajak para WP per tahun 2016 ke bawah.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

“Bagi WP yang sudah ikut tax amnesty tentunya tidak akan kami lakukan pemeriksaan,” kata Hestu.

Hestu memastikan, pemeriksaan oleh Ditjen Pajak dilakukan terhadap WP yang tidak ikut tax amnesty, yang terdapat harta belum dilaporkan dalam SPT yang diketemukan.

Menurut Hestu, pemeriksaan terhadap WP yang tidak ikut tax amnesty berdasarkan analisa Ditjen Pajak terdapat indikasi ketidakpatuhan pasca TA, misalnya di SPT periode 2016 tidak ada peningkatan pembayaran pajak, atau terindikasi mengkreditkan faktur pajak, atau laporan pajaknya fiktif.

Program tax amnesty ini dibuat supaya WP makin patuh bayar pajak di kemudian hari. Jika setelah tax amnesty ternyata tidak patuh pajaknya, maka berpotensi untuk diperiksa utang pajaknya untuk tahun setelah tax amnesty.

“Maka kami akan mengingatkan melalui surat imbauan atau konseling oleh account representativenya untuk melakukan pembetulan SPT,” jelas dia.

Sedangkan bagi yang sudah mengikuti tax amnesty, kata Hestu, akan mengedepankan pembinaan dan pengawasan, bukan pemeriksaan atau law enforcement yang lain.

“Agar memenuhi komitmennya yaitu menjadi lebih patuh setelah ikut tax amnesty. Jadi kami tegaskan, terhadap mereka ini tidak dilakukan pemeriksaan, melainkan mengedepankan pembinaan, kami himbau kepada para WP yang ikut tax amnesty menjadi lebih patuh setelah ikut tax amnesty,” tutup dia.

Post Terkait