Harga Garam Naik 400%, Omzet Pedagang Ini Anjlok hingga 70%

Dengan kelangkaan garam yang terjadi saat ini, pedagang garam di pasar tradisional Kota Bekasi, terpaksa menaikan harganya. Hal itu, lantaran pemasok garam juga menaikan harga garam tersebut.

”Kami naikin harganya juga karena mengikuti harga dari pemasok yang menjual kepada kami dengan harga tinggi. Kalau saya jual normal yang ada saya rugi,” kata pedagang garam di pasar tradisional Kota Bekasi, Nuryamin, Minggu (30/7/2017).

 

Menurut dia, kenaikan harga garam yang sempat mencapai Rp330.000 per 50 kilogram (kg). Atau naik sekitar 400% dari harga normalnya. “Nah untuk harga garam kemasan yang biasanya kami jual Rp1.000 saja, saat ini kami jual Rp3.000,” ungkapnya.

Ditanya dengan kondisi harga yang naik itu, diakui Nuryamin, saat ini warungnya sepi pembeli lantaran naiknya harga jual saat ini. “Biasanya bisa empat puluh bal dua hari sudah habis. Saat ini masih banyak tersisa,” jelas Nuryamin.

 

Kalaupun dibandingkan dengan pendapatan mereka sebelum kelangkaan garam saat ini, omsetnya kini turun sampai 70%. Dia pun berharap supaya pihak terkait dapat mengatasi persoalan ini dan harga garam kembali stabil.

Post Terkait