Harga Emas Turun Setelah Naik Selama 5 Hari Berturut

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas akhirnya turun setelah mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun USD12 atau 0,90%, menjadi ditutup pada USD1.327,20 per ounce, turun dari tingkat tertinggi baru sejak September tahun lalu.

Emas telah membukukan kenaikan selama lima hari berturut-turut karena dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama. Indeks dolar AS, sebuah ukuran dari greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,44% menjadi 90,58 pada pukul 18.09 GMT, ketika Presiden Donald Trump mencoba menegosiasikan kesepakatan anggaran yang lebih luas untuk menghindari kemungkinan penghentian operasional pemerintah AS.

Sementara itu, imbal hasil surat utang pemerintah AS telah meningkat secara signifikan, dengan suku bunga obligasi 10 tahun mencapai 2,57%. Hal ini menambahkan tekanan terhadap logam mulia.

Beberapa analis juga menggarisbawahi koreksi harga emas yang tak terelakkan, mengingat fakta bahwa emas berjangka telah memberikan keuntungan sekitar USD100 sejak Federal Reserve menaikkan suku bunga utama AS pada Desember lalu.

Mereka berpendapat bahwa kenaikan tajam dalam waktu satu bulan akan mengundang koreksi cepat atau lambat.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 21,2 sen atau 1,23%, menjadi USD16,954 per ounce. Platinum untuk April turun USD3,7 atau 0,37%, menjadi ditutup pada USD1.007,20 per ounce.

Post Terkait