Harga Emas Naik Tipis Didukung Pelemahan Dolar AS

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup sedikit lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB). Kenaikan harga emas terjadi didukung pelemahan indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik USD2,2 dolar AS atau 0,16% menjadi ditutup di USD1.337,10 per ounce, mencapai level tertinggi baru empat bulan.

Dolar AS telah turun secara luas terhadap mata uang utama lainnya, terutama euro, mendorong kenaikan harga emas secara signifikan minggu lalu.

Pada sesi pagi Selasa (16/1), emas berjangka terus bergerak naik namun pada kecepatan yang lebih rendah, karena indeks dolar AS berhasil reli. Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, berbalik naik 0,12% menjadi 90,56 pada pukul 18.25 GMT, sehingga membatasi momentum kenaikan emas.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Melemahnya dolar AS bisa mendongkrak daya tarik emas sebagai investasi. Saat dolar AS menguat, emas cenderung turun.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 4,8 sen atau 0,28%, menjadi menetap di USD17,188 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik USD8,7 atau 0,87%, menjadi ditutup pada USD1.004,90 per ounce.

Post Terkait