Harga Emas Naik di Tengah Ketidakpastian RUU Pajak AS

Harga emas dunia naik tipis di tengah ketidakpastian keputusan UU perpajakan Amerika Serikat. Kondisi ini menekan kurs dolar terhadap sebagian mata uang.

Mengutip Reuters, Selasa (19/12/2017),  harga emas di pasar spot naik 0,53% menjadi USD1.261,87 per ounce, setelah mencapai harga tertingginya USD1262,98 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari berakhir naik USD8, atau 0,6% menjadi USD1,265.50 per ounce.

Sementara Platinum naik 1,8% menjadi USD909,25 per ounce setelah naik ke USD915, tertinggi sejak 6 Desember.

Harga emas naik tipis di tengah penurunan indeks dolar. Mata uang AS melemah karena kekhawatiran investor meningkat mengenai apakah perumusan ulang UU Pajak akan memiliki dampak besar ke pertumbuhan ekonomi.

“Jika (tagihan pajak) dilewati, kami pikir harga emas akan turun,” kata Ahli Strategi Investasi Senior untuk AS Bank Wealth Management Rob Haworth.

Partai Republik AS berharap Kongres akan meloloskan RUU Pajak minggu ini, dengan suara di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.

Investor bersemangat menunggu keputusan kongres mengenai UU Pajak. Kongres AS yang dikuasai Partai Republik diharapkan mulai memberikan suara pada UU tersebut. Aturan ini akan memangkas pajak perusahaan dari 35% menjadi 21%. Jika disetujui akan menandai kemenangan legislatif yang besar bagi Partai Republik, yang mengusung reformasi perpajakan AS.

Senator Republik AS Susan Collins mengatakan bahwa dia akan memilih untuk melakukan perbaikan menyeluruh. “Kongres ini telah menunjukkan ketidakmampuan untuk melewatkan apapun selama lima tahun terakhir,” kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading di Greenwich, Connecticut Michael O’Rourke.

Post Terkait