Harga Emas Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terus meningkat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena meningkatnya ketegangan di Suriah mendorong permintaan terhadap aset-aset safe-haven.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik USD5,8 atau 0,43%, menjadi menetap di USD1.345,90 per ounce. Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 6,7 sen atau 0,41%, menjadi menetap di USD16,596 per ounce.

Sementara itu, platinum untuk penyerahan Juli turun USD6,30 atau 0,67%, menjadi ditutup pada USD933,10 per ounce.

Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump telah membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Amerika Selatan, dijadwalkan pada Jumat (13/4), untuk tetap di negaranya guna mengawasi respons Amerika terhadap Suriah menyusul dugaan serangan kimia yang dilaporkan menewaskan puluhan orang.

Menyebut serangan “sakit”, Trump men-tweet pada Minggu (8/4) bahwa “Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab” untuk dukungannya terhadap pemerintah Suriah, memperingatkan bahwa akan ada “biaya besar” yang harus mereka bayar.

Namun Suriah dan Rusia membantah terlibat, dan Damaskus mengundang Organisasi Pelarangan Senjata Kimia untuk menyelidiki insiden tersebut.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,15% menjadi 89,69 pada pukul 16.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Post Terkait