Harga Emas Naik 1,7% Menjadi USD1.349,9/Gram

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik 1,7% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didorong pembelian “safe-haven” setelah ancaman perang perdagangan antara AS dan Tiongkok semakin intensif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April bertambah USD22,5 atau 1,7% menjadi ditutup pada USD1.349,9 per ounce.

Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/3/2018) menandatangani memorandum yang dapat mengenakan tarif setidaknya USD50 miliar pada impor dari Tiongkok, langkah unilateral terbaru yang menimbulkan ancaman terhadap perdagangan global.

Kementerian Perdagangan Tiongkok pada Jumat (23/3/2018) mengatakan akan memberlakukan tarif USD3 miliar atas barang-barang AS, dengan para pejabat menuduh AS melanggar aturan perdagangan global.

Para analis mencatat bahwa sifat “safe-haven” dari logam mulia menarik bagi para investor, memberikan dukungan untuk emas selama sesi perdagangan.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,36% menjadi 89,46 pada pukul 17.30 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena logam mulia itu menjadi lebih murah bagi para pemegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 19,5 sen atau 1,19%, menjadi menetap di USD16,582 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun USD0,7 atau 0,07%, menjadi ditutup pada USD948,4 per ounce.

Post Terkait