Harga Emas Melemah Sambut Akhir Pekan

Harga emas melemah menjelang akhir pekan ini. Akan tetapi, harga emascenderung menguat selama sepekan. Pernyataan pejabat pemerintahan Donald Trump pengaruhi gerak dolar Amerika Serikat (AS) sehingga berdampak ke harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$ 10,80 atau 0,8 persen ke posisi US$ 1.352,10 per ounce. Pada perdagangan Kamis, harga emas sempat turun seiring Presiden AS Donald Trump ingin melihat dolar AS menguat.

Selama sepekan, harga emas naik 1,4 persen. Penguatan harga emas memperpanjang keuntungan dalam tujuh minggu.

Harga emas naik didorong dolar AS. Pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, dolar AS melemah baik untuk perdagangan mempengaruhi dolar AS sehingga tertekan.

Emas ditransaksikan dolar AS sering berlawanan dengan gerak dolar AS. Pergerakan dolar AS dapat membuat harga logam menjadi menarik bagi pelaku pasar memegang mata uang lainnya.

Pemerintahan Trump memiliki dua kebijakan berbeda soal dolar AS. “Pelaku pasar pun akan menebak-nebak, kebijakan mana yang sebenarnya. Akan tetapi, performa dolar AS pada tahun lalu kelihatan melemah, dan itu sebenarnya,” ujar Pendiri USAGOLD, Micahel Kosares, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Sabtu (27/1/2018).

Indeks dolar AS melemah 0,6 persen ke posisi US$ 88,90 dengan harga emas cenderung stabil. Dolar AS pun cenderung melemah terhadap euro. Mata uang zona euro tersebut sudah naik hampir empat persen terhadap dolar AS sepanjang tahun ini. Bank sentral Eropa memutuskan tetap mempertahankan suku bunga.

Harga emas juga melemah usai data pertumbuhan ekonomi AS tak sesuai harapan. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) hanya 2,6 persen pada kuartal IV 2017. Angka ini di bawah perkiraan pasar sebesar tiga persen.

Harga logam lainnya juga ikuti harga emas. Harga perak turun 17,4 sen atau 1 persen ke posisi US$ 17.441 per ounce. Secara mingguan, harga perak naik 2,4 persen. Sementara itu, harga tembaga melemah 0,5 persen ke poisisi US$ 3.199 per pound. Harga platinum susut 1,3 persen ke posisi US$ 1.018 per ounce. Harga palladium melemah 1,1 persen ke posisi US$ 1.085,05 per ounce.

Harga Emas Dunia Lebih Murah

Sebelumnya, harga emas turun lebih dari 1 persen seiring penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dipicu pernyataan Presiden Donald Trump yang menginginkan mata uang ini menguat.

Melansir laman Reuters, Jumat 26 Januari 2018, harga emas di pasar spot turun 0,8 persen ke posisi US$ 1.347,39 per ounce. Harga sempat di posisi US$ 1.366,07, tertinggi sejak 3 Agustus 2016.

Sebelumnya, harga emas berjangka AS untuk Februari naik US$ 6,60, atau 0,5 persen di posisi US$ 1.362,90 per ounce.

Dolar membalikkan kerugiannya setelah Trump mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara di Davos, Swiss bahwa ia ingin melihat dolar menguat. Ini mengirim harga emas jatuh ke US$ 1.342,70 per ounce.

Sehari sebelumnya, Dolar turun dan mendorong harga emas naik dipicu komentar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang menyambut baik melemahnya Dolar.

“Kemudian komentar Trump kedua keluar, kami melihat pelemahan euro dan penguatan dolar berdampak ke pasar,” kata Phillip Streible, Ahli strategi Komoditas Senior di RJO Futures di Chicago.

Setelah mencapai puncaknya sejak Agustus 2016 pada minggu ini, harga emas terkena koreksi, kata para pedagang.

Untuk logam mulia lainnya, perak turun 1,5 persen menjadi US$ 17,30 per ounce setelah menyentuh US$ 17,70. Ini tertinggi sejak 15 September.

Harga Platinum turun 0,2 persen menjadi US$ 1.010,50 per ounce setelah mencapai level tertingginya sejak Februari 2017 US$ 1.027,60. Harga Palladium turun 1,5 persen pada US$ 1.094,35 per ounce.

Post Terkait