Harga Emas Justru Naik 1% di Tengah Lemahnya Data Ekonomi

Harga emas berhasil mengalami kenaikan hingga lebih dari 1% dalam 2 minggu terakhir pada Jumat atau Sabtu pagi waktu Indonesia. Kenaikan ini juga ditopang oleh pelemahan data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters, Sabtu (15/7/2017), harga emas tercatat naik sebesar 0,96% di pasar spot pada level USD1.228,61 per ounce. Adapun harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,84%.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus tercatat mengalami kenaikan hingga sebesar USD10,2. Saat ini, harga emas tersebut dipatok pada level USD1.227,5 per ounce.

Harga emas di pasar spot tercatat naik sebesar 1,3% secara mingguan. Kenaikan ini merupakan yang terbesar secara mingguan sejak Mei 2017 lalu.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,5% pada pekan lalu. Kenaikan ini adalah yang terbesar dalam 6 pekan teakhir.

Kenaikan harga emas ini memang turut didorong oleh pelemahan data ekonomi Amerika Serikat. Sebab, dengan data ini pasar beranggapan bahwa bank sentral AS akan kembali menunda kenaikan suku bunga acuannya atau Fed Fund Rate.

“Data pada hari Jumat menegaskan kembali penundaan itu,” kata Director of Metals Trading for High Ridge Futures David Meger seperti dikutip dari laman Reuters.

Pelemahan data ekonomi AS ini tak hanya mendorong kenaikan harga emas. Indeks harga saham gabungan Amerika Serikat atau Wall Street pun juga ditutup menguat pada penutupan perdagangan saham pekan ini.

Post Terkait