Harga Emas Dunia Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri sesi perdagangan fluktuatif pada Rabu (Kamis pagi WIB) dengan lebih tinggi. Harga emas terus naik didukung kurs dolar yang makin melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik USD27,6 atau 2,07%, menjadi ditutup pada USD1.358,00 per ounce.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 35 sen atau 2,12%, menjadi menetap di USD16,878 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik USD23,40 atau 2,40%, menjadi ditutup pada USD999,10 per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS pada pagi meluncurkan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Januari, yang naik 0,5%, menandai kenaikan terbesar dalam lima bulan.

IHK terbaru menambah kekhawatiran baru-baru ini tentang kenaikan inflasi, meningkatkan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve pada 2018 lebih dari tiga kali kenaikan.

Ekspektasi ini mendukung indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap mata uang utama lainnya, dan mendorong beberapa penjualan agresif pada logam mulia.

Namun, menurut data yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan AS, perkiraan pendahuluan penjualan ritel dan jasa-jasa makanan untuk Januari mencapai USD492 miliar, mencatat penurunan sebesar 0,3%.

Dengan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, penjualan ritel yang lemah selama periode yang sama, menyebabkan kekhawatiran kemungkinan stagflasi dan membalikkan penurunan emas berjangka karena indeks dolar AS turun di bawah 90 lagi.

Post Terkait