Harga Emas Dekati Level Tertinggi di Tengah Pelemahan Dolar AS

Harga emas naik pada perdagangan waktu setempat dan mendekati level tertinggi. Kenaikan emas didorong oleh mata uang dolar yang mengalami pelemahan setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan pada inflasi.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (1/9/2017), selain itu, ketegangan yang terjadi setelah Korea Utara menjatuhkan rudal membuat mata uang ditinggalkan dan memilih instrumen lainnya seperti safe haven.

 Penurunan pada dolar juga dipicu oleh data keuangan yang kurang baik sehingga membuat investor meragukan rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada Desember mendatang. Dolar melemah, dan mendekati titik terendah sejak 2015.

Spot emas naik 0,8% ke USD1.319,31 per ounce. Emas sudah mencatatkan kenaikan hampir 4% selama Agustus. Harga emas berjangka AS naik 0,6% ke USD1.322,20 per ouncce. Hal tersebut menjadi kinerja bulanan terkuat.

“Emas diberikan energi setelah dolar melemah dan emas berada di level USD1.300 bergerak ke level tertinggi,” ungkap Direktur perdagangan logam BMO Pasar Modal di New York Tai Wong.

Selain itu, kenaikan pada emas terjadi setelah Korea Utara meluncurkan rudalnya melewati Jepang. ” Situasi di Korea mendorong minat emas, dan Dolar menjadi lemah,” ungkap Analis Oxford Economics Dan Smith.

Sementara itu, harga perak juga mengalami kenaikan 0,9% menjadi USD17,53, platinum naik 0,7% ke USD993,53 dan paladium naik 0,8% ke USD935.

Post Terkait