Harga Emas Cetak Rekor di Tengah Anjloknya Dolar AS

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak ke level tinggi baru sejak akhir September lalu. Rekor baru ini didukung oleh terus melemahnya dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik USD17,40 atau 1,34% menjadi menetap di USD1.315,30 per ounce.

Indeks dolar AS melihat penurunan yang terus berlanjut, mencapai 92,21 pada pukul 18.16 GMT, tingkat terendah sejak Januari 2015.

Indeks tersebut merupakan ukuran dolar terhadap mata uang utama lainnya. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun, emas berjangka akan naik.

Para pedagang gagal menemukan faktor-faktor yang mendukung prospek dolar dari pidato Ketua Federal Reserve AS Janet Yellen pada pertemuan para pimpinan bank sentral pekan lalu. Sementara itu, euro naik ke level tertinggi terhadap dolar AS dalam lebih dari dua tahun.

Dow Jones Industrial Average juga turun 27,16 poin atau 0,12% menjadi 21.786,51 pada pukul 18.26 GMT. Bila ekuitas mengalami kerugian, maka emas berjangka biasanya akan naik.

Beberapa analis mengatakan, Badai Harvey menambah ketidakpastian terhadap debat anggaran mendatang dan pagu utang di Washington.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 39,2 sen atau 2,3% menjadi USD17,441 per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik USD10,20 atau 1,04%, menjadi USD989,30 per ounce.

Post Terkait