Harga Emas Berkilau Imbas Kejatuhan Dolar AS

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar AS yang melemah membantu mengangkat logam mulia dari level terendah satu minggu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik empat dolar AS, atau 0,31%, menjadi menetap di USD1.282,90 per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun hampir 0,8% menjadi 93,786.

Dolar AS yang lebih lemah mengangkat emas, karena mata uang yang turun itu membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Ketidakpastian mengenai prospek reformasi pajak Amerika Serikat dan dampak potensial dalam ekonomi yang supercharging, juga mendukung pergerakan logam lebih tinggi, menekan selera risiko (risk appetite) para investor dan mendukung nilai emas sebagai aset safe haven.

Sehari sebelumnya, harga emas juga berakhir lebih tinggi, karena para investor mundur dari pembelian aset-aset yang dianggap berisiko, seperti saham global, dan beralih ke aset-aset safe haven seperti emas.

Ekuitas dan emas biasanya bergerak berlawanan arah. Oleh karena itu, pelemahan saham-saham meningkatkan selera para investor terhadap safe haven emas.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember, bertambah 2,6 sen atau 0,15%, menjadi ditutup pada USD17,073 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya turun USD8,30 atau 0,89 persen, menjadi menetap di USD927,30 per ounce.

Post Terkait