Harga Emas Berjangka Turun 1,12% ke Titik Terendah

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir di level terendah hampir satu bulan pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS menguat dan saham bergerak naik, memperlemah permintaan investasi untuk logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun USD14,9 atau 1,12%, menjadi ditutup pada USD1.314,6 per ounce.

Pasar-pasar saham dunia pulih kembali dari posisi terendah dua bulan pada Rabu (7/2), meskipun momentumnya lemah.

Indeks dolar AS, yang mengukur mata uang greenback terhadap enam mata uang pesaingnya, naik 0,7% menjadi 90,199 pada pukul 18.30 GMT.

Karena sebagian besar komoditas-komoditas dihargakan dalam dolar AS, maka penguatan mata uang tersebut dapat menciptakan “headwind” (penghambat) untuk aset-aset seperti emas, mengurangi daya tariknya di antara pembeli yang menggunakan mata uang lemah.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 34,2 sen atau 2,06% menjadi menetap di USD16,238 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun USD12,6 atau 1,27% menjadi ditutup pada USD981,7 per ounce.

Post Terkait