Harga Emas Berjangka Melemah di Tengah Kenaikan Wall Street

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berada di bawah tekanan dari kenaikan ekuitas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun USD2,7 atau 0,20%, menjadi ditutup pada USD1.355,30 per ounce.

Setelah periode turbulensi, pasar saham menguat kembali dengan Dow Jones Industrial Average meningkat 170,88 poin atau 0,69% menjadi 25.064,37 poin.

Dua indikator utama lainnya, S&P 500 dan Indeks Nasdaq, juga menujukkan kenaikan.

Logam mulia telah mengalami tiga sesi kenaikan berturut-turut minggu ini. Di tengah reli kuat di pasar saham, emas berjangka gagal melanjutkan kenaikanmya meski terjadi pelemahan dolar AS.

Para analis mengatakan bahwa reli signifikan dalam ekuitas akan menarik investasi dari pasar emas, karena investor tidak perlu mencari aset-aset “safe heaven” seperti logam mulia.

Namun pelemahan dolar berhasil membatasi jatuhnya harga emas. Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,22% menjadi 88,81.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 8,8 sen atau 0,49% menjadi menetap di USD16,796 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik USD2,00 atau 0,20% menjadi ditutup pada USD1.001,10 per ounce.

Post Terkait