Harga Emas Berjangka Lesu di Saat Dolar Berjaya

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena dolar AS tetap bertahan seiring dengan ekuitas global, sehingga mengurangi daya tarik aset-aset “safe haven”.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun USD6,7, atau 0,51% menjadi ditutup pada 1.313,70 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,2% menjadi 92,54 .

Karena sebagian besar harga-harga komoditas dalam dolar AS, penguatan dalam mata uang tersebut dapat menciptakan sebuah “headwind” bagi aset-aset seperti emas, yang mengurangi daya tariknya di antara pembeli yang menggunakan mata uang lemah.

Emas juga melihat aksi ambil untung dari reli baru-baru ini, kata para pedagang.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 13,4 sen dolar atau 0,78% menjadi menetap di USD17,01 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun USD4,1 atau 0,42% menjadi ditutup pada USD972,3 per ounce.

Sehari sebelumnya, pada perdagangan Senin (8/1) kontrak emas berjangka juga turun, karena penguatan dolar AS memberikan tekanan terhadap logam mulia yang dihargakan dalam greenback.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari pada Senin (8/1) turun USD1,9 atau 0,14% menjadi ditutup pada USD1.320,40 per ounce.

Post Terkait