Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 617 Ribu per Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 617 ribu per gram pada perdagangan Jumat (15/12/2017). Kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 618 ribu per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp 1.000 ke posisi Rp 549 ribu per gram. Harga buyback ini jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 549 ribu per gram.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Hingga pukul 08.09 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.286.000 atau Rp 628.600 per gram. Sedangkan ukuran 20 gram sekitar Rp 12.173.000 atau Rp 608.650 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp 693.000. Ukuran 2 gram di jual Rp 1.270.000 dan 5 gram dijual Rp 3.016.000.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 617.000

* Pecahan 5 gram Rp 2.941.000

* Pecahan 10 gram Rp 5.832.000

* Pecahan 25 gram Rp 14.504.000

* Pecahan 50 gram Rp 28.958.000

* Pecahan 100 gram Rp 57.866.000

* Pecahan 250 gram Rp 144.539.000

* Pecahan 500 gram Rp 288.876.000.

Emas dunia

Sedangkan harga emas dunia sedikit tertekan pada perdagangan Kamis kemarin. Penurunan harga emas tersebut karena penguatan dolar AS karena data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang membaik.

Mengutip Reuters, Jumat (15/12/2017), harga emas di pasar spot turun 0,03 persen menjadi US$ 1.255,77 per ounce pada pukul 2.43 siang Waktu New York. Di awal perdagangan, harga emas sempat menyentuh level tertinggi dala satu minggu di US$ 1.259,11.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik US$ 8,50 atau 0,7 persen, ke level US$ 1.257,10 per ounce.

Untuk harga paladium naik 1,4 persen ke US$ 1.030,80 per ounce. Sebelumnya, harga paladium menyentuh level tertinggi dalam dua tahun atau melompat 2 persen menjadi US$ 1.038 per ounce.

Data penjualan ritel AS meningkat lebih baik dibanding yang diperkirakan oleh para analis dan pelaku pasar. Data penjualan selama November tersebut positif karena musim belanja untuk liburan musim dingin dimulai lebih cepat.

Membaiknya data penjualan ritel tersebut menjadi pendorong yang kuat baik kenaikan nilai tukar dolar AS. sehingga menekan harga emas. Logam mulia tertekan karena para pelaku pasar yang bertransaksi menggunakan mata uang di luar dolar AS menjadi lebih mahal jika ingin melakukan transaksi.

“Kenaikan suku bunga Bank Sentral AS kemarin juga menjadi penekan harga emas tetapi hal tersebut sudah diperkirakan oleh para pelaku pasar,” jelas analis logam mulia High Ridge Futures di Chicago, David Meger.

Sementara, pelemahan harga emas tidak terlalu besar karena adanya ketidakjelasan atau belum jelasan rencana reformasi perpajakan AS. Saat ini Partai Republik sedang mennggarap draf reformasi perpajakan tersebut dan diharapkan bisa diterima oleh semua pihak.

Post Terkait