Harga Emas Antam Tetap di Posisi Rp 644 Ribu per Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam tetap berada di posisi Rp 644 ribu per gram pada perdagangan Kamis (15/3/2018). Pada perdagangan Rabu kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 644 ribu per gram.

Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 575 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 575 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07.56 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam tersedia kecuali ukuran 100 gram, 250 gram, dan 500 gram

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sementara, di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.558.000 atau Rp 655.800 per gram. Adapun, ukuran 20 gram di angka Rp 12.718.000 atau Rp 635.900 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram, harga emas Antam ini dijual di harga Rp 720.000. Ukuran 2 gram dijual Rp 1.324.000 dan 5 gram dijual Rp 3.153.000.

Daftar Harga Emas yang Dijual Antam

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 644.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.077.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.104.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.185.000

* Pecahan 50 gram Rp 30.320.000

* Pecahan 100 gram Rp 60.590.000

* Pecahan 250 gram Rp 151.350.000

* Pecahan 500 gram Rp 302.498.000

Harga Emas Dunia Tertekan

Sebelumnya, harga emas melemah seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Ditambah perdagangan sebelumnya harga emas menguat.

Harga emas untuk pengiriman April susut US$ 1,5 atau 0,1 persen ke posisi US$ 1.325,60 per ounce. Pada perdagangan Selasa, harga emas sempat naik 0,5 persen atau US$ 6,30 dan merupakan penguatan terbesar sejak 6 Maret.

Selain itu, dolar AS juga menekan harga emas meski data ekonomi menunjukkan inflasi naik 0,2 persen. Penjualan ritel turun pada Februari. Indeks dolar AS naik 0,1 persen ke posisi 89,70. Sepanjang Maret 2018, indeks dolar AS malah melemah satu persen.

“Dengan kekhawatiran seputar aksi proteksi dagang AS dan drama politik membuat investor terdesak, emas bisa kembali bangkit,” ujar Lukman Otunuga, Analis FXTM, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis, 15 Maret 2018.

Ia menambahkan, harga emas bisa naik dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, harapan kenaikan suku bunga lebih tinggi cenderung memberi tekanan buat pergerakan harga logam termasuk emas. “Dalam jangka pendek investor bisa ambil untung dari ketidakpastian,” ujar dia.

Pada data awal pekan ini menunjukkan, inflasi cenderung melambat. Kenaikan inflasi bisa menambah tekanan untuk the Federal Reserve atau bank sentral AS mempercepat kenaikan suku bunga sehingga mengangkat dolar AS. Kemudian dapat menekan pasar saham dan emas. Di sisi lain, ada permintaan lindung nilai terhadap inflasi sehingga menguntungkan emas.

“Emas dapat menjadi safe haven jika pasar saham mendapat tekanan lagi, dan dolar AS kembali turun jika terjadi pembalasan terhadap kebijakan proteksi Trump,” kata Analis Forex, Fawad Razaqzada.

Ia menambahkan, pergerakan harga emas dalam jangka pendek tergantung proyeksi inflasi dan kenaikan suku bunga the Federal Reserve pada pekan depan.

Sentimen lainnya, harga emas acuan London sentuh posisi US$ 1.000 per ounce untuk pertama kali pada 14 Maret 2008. Jadi sudah 10 tahun harga emas menyentuh posisi US$ 1.000. Harga emas sempat di atas US$ 1.001,50 dalam perdagangan 13 Maret 2008.

Untuk harga logam lainnya, harga perak tergelincir 0,2 persen. Harga tembaga naik 0,7 persen menjadi US$ 3.159 per pound. Harga paladium melemah 0,7 persen ke posisi US$ 984,75 per ounce.

Post Terkait