Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 2.000 menjadi Rp 622 ribu per gram pada perdagangan Kamis (21/12/2017). Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 620 ribu per gram.

Demikian pula harga pembelian kembali atau buyback juga naik Rp 2.000 di Rp 554 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 554 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 07.42 WIB, sebagian besar ukuran emas Antam masih tersedia kecuali ukuran 50 gram.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.336.000 atau Rp 633.600 per gram. Sedangkan ukuran 20 gram sekitar Rp 12.274.000 atau Rp 613.700 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp 698.000. Ukuran 2 gram di jual Rp 1.280.000 dan 5 gram dijual Rp 3.042.000.

Daftar Rincian Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 622.000

* Pecahan 5 gram Rp 2.966.000

* Pecahan 10 gram Rp 5.882.000

* Pecahan 25 gram Rp 14.630.000

* Pecahan 50 gram Rp 29.210.000

* Pecahan 100 gram Rp 58.370.000

* Pecahan 250 gram Rp 145.800.000

* Pecahan 500 gram Rp 291.399.000

Dolar AS Tertekan Angkat Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas menguat tipis seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang tertekan usai anggota parlemen menyetujui reformasi pajak AS.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$ 5,4 atau 0,4 persen ke posisi US$ 1.269,60 per ounce. Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) turun 0,2 persen ke posisi 93.289. Imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun naik 2,49 persen.

Harga emas menguat dari posisi terendahnya pada 12 Desember di kisaran US$ 1.241,70. Kenaikan harga emas ditopang dolar Amerika Serikat (AS) yang tertekan sehingga membuat harga emas lebih murah bagi pelaku pasar memegang mata uang selain dolar AS. Adapun harga emas sudah naik lebih dari 10 persen sepanjang 2017.

“Harga emas lebih tinggi dari 7 persen di level intraday di atas US$ 1.360 yang ditetapkan pada awal September. Mengingat pergerakan itu, masih harus dilihat apakah harga emas telah sentuh level terendah,” tulis Analis Forex.com Fawad Razaqzada dalam ulasannya seperti dikutip Marketwatch, Kamis 21 Desember 2017.

Dewan Perwakilan RAS menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pajak yang didukung partai republik. Usai persetujuan itu akan dikirimkan kepada Presiden AS Donald Trump untuk meminta tandatangannya. Ini menandai kemenangan pertama di bawah pemerintahan Trump.

Ada reformasi pajak berdampak variasi untuk pergerakan harga komoditas logam. Sejumlah analis menilai, sentimen itu dapat meningkatkan risiko inflasi. Emas pun dapat bertindak sebagai lindung nilai. Akan tetapi, jika UU itu mendorong ekonomi dan memaksa bank sentrak AS untuk memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, sentimen itu pengaruhi pasar saham yang dapat dorong harga emas ke level terendah dalam lima bulan.

“Beberapa ketidakpastian yang mendukung harga emas kemungkinan hilang tahun depan,” ujar Carsten Fritsch, Analis Commerzbank.

“Meskipun sukses, bagaimana pun pemerintahan Trump tak akan jauh lebih tenang. Banyak risiko politik yang masih ada,” tambah Fritsch.

Selain itu, pergerakan harga logam lainnya seperti harga perak naik 11,7 sen atau 0,7 persen ke posisi US$ 16,27 per ounce. Harga platinum naik 0,8 persen ke posisi US$ 921,50 per ounce.

Post Terkait