Hai Anak Muda! Ini Akibatnya Jika Tidak Punya Rencana Finansial

Setiap orang tentunya harus merancang keuangannya dengan baik, bahkan bagi Anda yang masih muda sekalipun. Pengelolaan keuangan yang baik akan bermanfaat untuk kondisi finansial ke depannya. Namun saat ini banyak kaum muda milenial yang kurang begitu memahami pentingnya merencanakan keuangan. Banyak dari mereka yang berpendapat ketika menerima gaji, tidak masalah jika dihabiskan untuk keinginan-keinginan semata. Dan inilah yang menyebabkan banyak anak muda saat ini yang tidak memiliki perencanaan keuangan yang benar.

Padahal tidak memiliki kebiasaan merencanakan keuangan sedari muda akan berdampak buruk untuk kehidupan Anda. Akan ada bahaya-bahaya yang bisa dialami ketika di masa depan. Dengan mempelajari bahaya-bahaya tersebut mungkin akan memotivasi untuk memperbaiki perencanaan keuangan. Nah berikut ini bahaya jika Anda tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik sedari usia muda.

1. Gaji Selalu Habis di Pertengahan Bulan

Bahaya pertama yang seringkali terjadi ketika Anda tidak memiliki kebiasaan rencana keuangan yang baik adalah gaji yang selalu habis bahkan sebelum akhir bulan menjelang. Banyak sekali orang yang baru bekerja merasakan bahagian ketika menerima gaji pertama kali. Sehingga saat gaji berada di tangannya, mereka merasa tidak sabar untuk membeli semua barang-barang yang menjadi incarannya tersebut.

Namun setelah gaji mulai menipis bahkan hingga tak tersisa, barulah mereka mulai sadar namun terkadang lupa sudah dipergunakan untuk apa sajakah pemasukannya selama ini. Hal ini dikarenakan tidak adanya rencana keuangan sehingga alokasi keuangan Anda menjadi tidak jelas.

Untuk mengatasi hal ini, maka mulai dari saat dini sebisa mungkin catat dengan rinci segala kebutuhan setiap bulannya. Mulai dari makan, transportasi, cicilan kredit, dan lainnya. Tentukan limit dari setiap pengeluaran tersebut, jangan lupa alokasikan pemasukan Anda sepersekian persen untuk investasi dan menabung.

2. Utang Terus Meningkat

Hal lainnya yang akan sering terjadi ketika tidak ada rencana keuangan dalam hidup Anda adalah tumpukan utang yang terus meningkat. Pembuatan rencana keuangan memiliki tujuan untuk membuat pengeluaran tidak lebih besar dibandingkan dengan penghasilan. Tanpa adanya skala prioritas kebutuhan, tentu saja menyebabkan pengeluaran menjadi tidak teratur. Bahkan kebutuhan primer dapat terkesampingkan oleh kebutuhan sekunder. Secara tidak langsung sikap ini lah yang nantinya mendorong Anda untuk berutang guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut tanpa memikirkan dampak dari kondisi keuangan ke depannya.

Solusinya, jika memang sudah terlanjur berutang, maka buatlah rencana pelunasan utang-utang tersebut. Buatlah target waktu Anda untuk melunasi utang-utang yang ada, namun ingat untuk tidak membuat utang baru.

3. Tidak Memiliki Aset Tetap

Pernahkah berpikir mengapa Anda tidak memiliki aset-aset apapun meski sudah lama bekerja? Bisa jadi ini disebabkan tidak ada nya rencana keuangan yang baik mulai dari usia muda. Jika Anda memiliki rencana keuangan sedari usia muda, tentunya hasil kerja selama ini akan terlihat entah itu berbentuk aset bergerak maupun tak bergerak.

Untuk itu lah pentingnya menabung dan berinvestasi. Cobalah dengan rutin menyisihkan sekitar 20-30% pemasukan Anda setiap bulannya untuk kebutuhan menabung dan investasi. Untuk investasi, usahakan untuk tidak menaruhnya ke dalam satu jenis investasi yang sama guna menghindari risiko-risiko buruk yang tidak diinginkan.

4. Hilangnya Motivasi dalam Kehidupan

Tanpa memiliki rencana keuangan, tentunya Anda tidak akan mengetahui berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan hal-hal yang diimpikan. Hal ini secara tidak langsung membuat Anda menjadi malas untuk bekerja dikarenakan tidak adanya motiviasi yang mendukung semangat untuk bekerja.

Misalnya saja Anda ingin membeli rumah dengan sistem KPR, dengan adanya pengelolaan keuangan yang baik tentu saja bisa membeli rumah impian yang memang sesuai dengan kemampuan Anda dalam mencicil setiap bulannya. Sehingga penting untuk memiliki tujuan finansial sehingga Anda bisa lebih termotivasi untuk bekerja.

5. Masih Bekerja Meskipun Usia Sudah Tua

Misalnya saja Anda membayangkan bagaimana kehidupan di saat usia senja menjelang, apakah Anda harus masih tetap bekerja setiap harinya? Atau hanya duduk santai dengan pemasukan yang terus mengalir setiap saat? Hal itu dapat ditentukan selagi masih muda. Jika Anda memiliki rencana keuangan selagi muda, tentu saja Anda tidak perlu bekerja hingga di usia tua. Mengapa? Karena tentunya Anda memiliki investasi yang dapat diandalkan sebagai salah satu sumber penghasilan. Tak hanya berinvestasi, menabung juga penting untuk dilakukan.

Jangan Tunda untuk Melakukannya

Meskipun di usia yang masih muda sekalipun, jangan pernah berpikir jika perencanaan keuangan bukanlah hal yang penting dilakukan. Sedari usia masih muda, jangan pernah menunda untuk melakukan hal-hal tersebut yang akan berpengaruh pada kondisi finansial ke depannya.

Post Terkait