Gunung Agung ‘Batuk’, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Bali?

Gunung Agung yang kini berstatus awas menyebabkan 445 penerbangan dibatalkan. Jumlah 445 penerbangan ini termasuk penerbangan menuju dari Bandara Ngurah Rai dan yang akan terbang.

Pengamat Penerbangan Arista Atmadjati mengatakan, pembatalan penerbangan menuju Bandara Ngurah Rai ini merupakan prosedur baku yang sudah sering terjadi di Indonesia. Indonesia sendiri diketahui memang tak jarang terjadi bencana alam, salah satunya gunung meletus yang menyebabkan penerbangan dibatalkan demi keselamatan penumpang.

Arista juga menyebutkan bahwa kerugian akibat Gunung Agung ini hanya jangka pendek saja. Pembatalan penerbangan, hotel,dan loss oportunity tentu menyebabkan kerugian tapi bukan merupakan kerugian jangka panjang.

“Menggangu sesaat, iya, tapi untuk jangka panjang saya rasa tidak ya,” ujar Arista kepada Okezone.

“Ini kan memang sering terjadi di Indonesia seperti yang sudah itu Gunung Sinabung, Gunung Galunggung, Gunung Merapi. Indonesia kan memang ada sebutannya ring of fire, tetapi ini dampak ekonominya jangka pendek saja,” tambahnya.

Gunung Agung tentu berdampak dalam hal ekonomi akibat dari sektor pariwisata yang terhambat. Namun, Arista mengatakan bahwa Bali akan cepat bangkit dalam hal pariwisata. “Pasti cepat ya kalau Bali karena kan Bali itu paket lengkap dan sudah mendunia,” jelasnya.

Namun, jika hal ini terlalu sering terjadi diakuinya memang akan sulit untuk mengatasi dampaknya. “Kalau terlalu sering memang agak merepotkan ya,” sambung Arista.

Dia juga menambahkan bencana alam memang akan sulit untuk dicegah maka dengan mempromosikan destinasi lain akan menjadi salah satu cara untuk mengatasi kerugian yang terjadi. Dengan hal ini masyarakat akan memiliki banyak pilihan destinasi untuk berlibur.

Post Terkait