Gesek Ganda Kartu Kredit dan Debit Dilarang, Hero Integrasikan Sistemnya

Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan aturan pelarangan melakukan pembayaran dengan double swipe (gesek ganda). Sebab double swipe disinyalir berkaitan erat dengan kasus penjualan data nasabah.

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengaku telah mematuhi aturan tersebut dan sudah tidak menerima pembayaran dengan cara gesek ganda.

 “Begitu ada pengumuman kita langsung ubah sistem, dan kita sudah enggak double swipe sejak Senin, itu sudah semua no double swipe,” kata Presiden Direktur HERO, Stephane Deutsch dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Stephane mendukung keputusan yang dikeluarkan BI. Dia menyadari bahwa pembayaran dengan cara double swipe berisiko cukup besar bagi konsumen. Menyusul aturan BI, dia mengatakan, seluruh sistem pembayaran di toko milik perseroan hanya melakukan pembayaran di mesin EDC.

“Sistemnya sudah integrasi, kita hanya swipe di EDC, tidak di kasir. Ini komitmen untuk melindungi konsumen kita,” lanjutnya.

Dia menambahkan, yang melatarbelakangi perseroan menerapkan sistem double swipe sebelum adanya aturan yang dikeluarkan BI sebatas memastikan data pembayaran. Sehingga menurutnya data konsumen tetap aman.

“Kita double swipe karena dulu sebenarnya banyak yang double swipe, karena untuk make sure data pembayaran, tapi kita pastikan yang kita tekanan itu data aman bukan karena itu data sensitif begitu aturannya keluar kita langsung ubah,” tandasnya.

Post Terkait