GDP Tak Sesuai Ekspektasi, Pound Sterling Melemah 5 Sesi

Pound sterling (GBPUSD) mengalami perlemahan setelah data GDP menunjukkan kenaikan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Terpantau, mata uang Inggris (GDP) pada perdagangan Kamis (22/2) pukul 17.20 WIB melemah 0,19% menjadi 1,3891 setelah pada perdagangan sebelumnya turun 1,3908. Angka tersebut menunjukkan pelemahan pound sterling 5 sesi berturut—turut. Kendati demikian, tercatat sepanjang tahun pound sterling mampu tumbuh 2,77%.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional, Produk Domestik Bruto (GDP) Inggris naik 0,4%, lebih rendah dari perkiraan awal sebesar 0,5% pada kuartal IV/2017. Sementara secara keseluruhan pada 2017, pertumbuhan GDP direvisi turun menjadi 1,7% dari 1,8%, terlemah sejak 2012.

Dilansir dari Bloomberg, perekonomian Inggris berkembang kurang dari perkiraan sebelumnya pada kuartal keempat karena konsumen dan bisnis terserap kenaikan harga yang lebih cepat.

Brexit dinilai terus mendominasi prospek ekonomi, menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan—perusahaan dan konsumen yang menahan permintaan. Adapun, penurunan pound sterling pasca referendum turut mendorong kenaikan harga lebih cepat daripada pertumbuhan upah.

“Sektor jasa terus mendorong pertumbuhan pada 2017, namun dengan sejumlah industri yang menghadapi perlemahan konsumen, seiring dengan kenaikan harga yang menyebabkan terhimpitnya anggaran rumah tangga,” tutur Darren Morgan, Kepala ONS untuk divisi GDP.

Post Terkait