Gaya Hidup Sehat Bekal Pensiun Nikmat

Masa pensiun adalah masa di mana kita tidak lagi produktif dalam memperoleh penghasilan seperti saat sekarang. Saat di mana kita lebih banyak menghabiskan dana yang kita siapkan saat kita masih produktif berpenghasilan. Usia pensiun normal di negara kita adalah umur 55 tahun.

Di usia tersebut kerap terjadi kita terserang penyakit jantung atau penyakit degeneratif lainnya yang diyakini sebagai penyakit pembunuh utama di dunia. Banyak imbauan untuk memperbaiki gaya hidup untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya seperti diabetes, stroke, dan osteoporosis.

Salah satu contoh adalah dengan mengurangi konsumsi minuman berkadar gula dan semakin bermunculannya minuman-minuman kemasan dengan tambahan label ‘no sugar’.

Sebenarnya sejak zaman dahulu pun, sangat dianjurkan untuk minum air putih. Bahkan banyak yang percaya bahwa air putih dapat membantu memperbaiki kesehatan tubuh. Saat berkunjung ke dokter karena keluhan sakit flu atau radang tenggorokan pun, tak lupa sang dokter mengatakan ‘banyak-banyak minum air putih’.

Kalau begitu kenapa tidak sekalian saja kita perbaiki gaya hidup kita, dari yang sehari-hari mengkonsumsi minuman ringan kemasan (ready to drink) menjadi mengkonsumsi air putih. Dan ternyata dengan bergaya hidup lebih sehat, dapat memberikan pula keuntungan secara finansial untuk bekal masa pensiun kita.

Hah?

Begini ilustrasinya. Setiap hari yang biasanya kita membeli minuman ringan kemasan, kita ganti menjadi membeli air putih kemasan. Selisih harga keduanya sekitar Rp 1.000 – Rp 1.500 per botol. Untuk memudahkan ilustrasi, kita ambil selisih yang Rp 1.500 per botol. Setiap hari kita mengkonsumsi 3 botol. Sisihkan selisihnya setiap hari sebesar Rp 4.500.

Dalam waktu sebulan, uang yang kita sisihkan dari perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat adalah sekitar Rp 135.000. Investasikan untuk keperluan Dana Pensiun. Begitu seterusnya setiap bulan.

Kalau umur kita sekarang 30 tahun, maka masih ada rentang waktu 25 tahun sebelum usia pensiun. Dengan asumsi imbal hasil sebesar 20% per tahun dan melakukan hal di atas selama 25 tahun sampai usia pensiun, maka saat kita pensiun bakal ada bekal senilai Rp 1,1 miliar. Lumayan kan?

Dengan mengurangi konsumsi minuman berkadar gula dan menggantikannya dengan air putih, maka risiko akan terkena penyakit degeneratif semakin rendah. Dengan begitu, risiko akan membutuhkan biaya kesehatan yang besar akibat penyakit degeneratif pun akan rendah.

Dapat bekal lebih dari Rp 1 miliar dan terhindar dari ancaman biaya kesehatan yang tinggi saat usia sudah tidak produktif, siapa yang tidak tertarik?

Ilustrasi di atas baru membicarakan pengubahan konsumsi dari minuman ringan kemasan menjadi konsumsi air putih. Bagaimana dengan konsumsi junk food yang juga tidak sehat? Bagaimana dengan konsumsi rokok yang jelas-jelas tidak sehat? Berapa rupiah yang kita bisa sisihkan dan investasikan untuk masa pensiun dari mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi keduanya? Berapa banyak lagi bekal masa pensiun yang akan kita peroleh dari penyisihan dana tersebut? Kita tidak mau membebani orang lain saat kita pensiun kan?

Sehat fisik penting karena akan berdampak pada kesehatan finansial anda. Pertanyaannya bagaimana supaya juga bisa sehat secara finansial? Nah, coba Ikuti workshop dan kelas-kelas yang ada. Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksa Dana di bulan November bisa dibuka di sini. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya, info buka di sini. Selain itu bisa juga bergabung di akun Telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini.

Yuk kita ubah gaya hidup kita menuju ke yang lebih sehat! Banyak manfaat yang kita bisa nikmati di masa depan tanpa membuang kenikmatan di masa sekarang. Tetap jaga kesehatan jasmani, rohani dan finansial kita. Lakukan check up secara teratur untuk ketiganya.

Post Terkait