Garam Langka dan Harga Naik, Pengusaha: Bagaimana Meneruskan Usaha Kami?

Harga garam di wilayah Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mengalami kenaikan harga hingga empat kali lipat.

Kondisi ini membuat pelaku usaha perebusan ikan dan pengasin di daerah ini terancam gulung tikar.

“Sekarang saja harganya (garam) di toko, berkisar antara Rp3.200 – Rp3.400 per kg, dan itu belum termasuk ongkos angkutnya, bagaimana kami bisa meneruskan usaha kami,” kata Pengolah Ikan Asin Sawal Pasaribu (40) di Pasar Natal Madina, Rabu (26/7/2017).

Akibat kelangkaan garam dan harga naik, seorang pengelola (pengusaha) ikan asin dan perebusan ikan di Mandailing Natal khawatir usahanya mengalami bangkrut dan tutup.

“Saya Khawatir usaha saya bisa bangkrut akibat harga garam ini yang semakin naik terus, sementara barangnya pun langka,” ujarnya

Menurut pantauan Okezone, garam yang ada di Natal datang dari Kota Sibolga, hingga saat ini belum diketahui apa penyebabnya kenapa garam langka di Mandailing Natal. “Kita belum tahu apa penyebabnya garam langka, dan yang pasti kalu sudah langka harga pun pasti naik,” tambah penjual garam, Iqbal (37).

Atas kelangkaan garam dan harga yang semakin meninggi, pemerintah diminta segera memberikan solusinya, terutama ke pengusaha yang prioritas menggunakan garam.

Post Terkait