Gaji Tak Pernah Cukup

Gaji besar atau gaji kecil adalah relatif. Umumnya berapapun gaji yang diterima, selalu merasa kurang atau tidak pernah cukup. Bahkan hanya pas untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja. Lebih miris lagi, kalau sampai harus berutang untuk memenuhi kebutuhan tadi. Tapi tak jarang juga saya jumpai bahwa banyak karyawan yang bisa hidup dengan baik serta kecukupan. Apakah karena semata-mata memiliki perencanaan keuangan yang baik? Jadi sebenarnya apa yang menyebabkan gaji setiap bulan tidak pernah cukup?? Berikut ulasannya

Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif cenderung tidak berpikir panjang karena lebih mengedepankan keinginan semata, maka tidak heran berapapun gaji yang anda dapatkan setiap bulan tidak akan pernah cukup untuk memenuhi gaya hidup seperti itu. Saat ini gaya hidup konsumtif cukup dipengaruhi oleh social media.

Anda bisa terpengaruh ingin makan sushi karena baru melihat postingan teman. Anda tiba-tiba ingin ke Raja Ampat karena melihat postingan artis. Belum lagi menghabiskan waktu di mall serta coffee shop.

Pernahkan anda melihat sepotong kue harganya lebih dari Rp 70.000,-? Di Jakarta khususnya ada sebuah tempat yang menawarkan makanan dan minuman hingga puluhan ribu yang sebenarnya itu sudah di luar jangkauan dari kantong anda, tapi tetap saja anda menghabiskan uang anda untuk berada di tempat tersebut.

Hal-hal seperti ini akan cepat menguras kantong anda sehingga gaji anda tidak akan pernah cukup. Jadi, bijaklah membelanjakan uang Anda dengan tidak membeli barang yang tidak perlu. Jauhkan dari hanya sekedar ‘ingin’ ketika pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat-tempat kuliner serta coffee shop.

Hemat atau Pelit 

Anda tidak bisa membedakan mana yang pelit, mana yang hemat. Hemat berarti perhitungan. Anda memiliki pemikiran yang jauh ke depan, serta dapat memilah mana yang dibutuhkan mana yang tidak.

Sebaliknya orang pelit tidak memiliki perhitungan dan tidak berpikir panjang, sekalipun itu adalah kebutuhan yang sangat diperlukan. Misalkan bila anda ingin parkir kendaraan, ada dua pilihan, parkir liar dengan membayar Rp 2.000 atau parkir di dalam gedung dengan membayar Rp 5.000 perjam.

Bagi orang pelit, parkir liar akan menjadi pilihan, ia tidak berpikir panjang bila ada kejadian yang tidak diinginkan misal, tergores atau tertabrak kendaraan lain, kerusakan kendaraan bahkan diangkut oleh dinas perhubungan, yang pada akhirnya membuat biaya lebih besar. Maka anda harus cerdas dan cermat dalam memutuskan sesuatu.

Minim Informasi layanan Keuangan

Berapa banyak di antara kita yang sudah melek teknologi tetapi belum melek keuangan?

Silakan lihat gadget masing-masing, apakah penuh dengan game atau ada beberapa aplikasi keuangan. Berdasarkan data dari World Bank menunjukan bahwa 49% masyarakat Indonesia masih belum tersentuh dan tidak mengerti pentingnya layanan finansial perbankan.

Gadget Anda keren dan canggih, tapi ternyata belum memiliki produk tabungan yang autodebet. Sungguh disayangkan gaji bulanan anda lewat begitu saja tanpa membentuk pos tabungan. Anda lebih senang menghabiskan gaji anda ke produk yang sedang sale/diskon. Anda memiliki tablet buatan Amerika, tapi anda sampai salah beli produk asuransi. Anda malah membeli produk asuransi karena kedekatan dengan teman yang menawarkan, bukan membeli berdasarkan kebutuhan.

Ini sama aja anda mengeluarkan biaya bukan pada tempatnya. Anda rela menyicil setiap bulan untuk laptop yang tipis dan ringan, tapi anda tidak tahu bahwa ada produk investasi yang bisa dimulai dari Rp 100.000

Umumnya kondisi demikian terjadi, sehingga yang seharusnya anda sudah memiliki beberapa alokasi yang tepat, anda menjadi mengeluarkan uang untuk hal yang salah atau tidak tepat. Gaji bulanan pun seolah hanya numpang lewat saja. Padahal kebutuhan untuk masa depan sangat penting untuk dipersiapkan dari sebelumnya.

Untuk itu mulailah dengan cermat menggunakan gaji bulanan Anda bila tidak ingin selalu kesulitan tiap akhir bulan. Sehingga gaji bulanan pun akan terasa menjadi suatu hal yang patut disyukuri.

Kalau anda berminat untuk belajar lebih detil dan dalam lagi dalam hal mengelola gaji yang dirasa tidak pernah cukup itu, nanda bisa dengan mengikuti kelas atau workshop yang kami rekomendasikan. Kemana saja? Ada yang dilakukan baik oleh AAM & Associates maupun IARFC Indonesia. Untuk workshop Kaya Raya Dengan Reksadana dibulan Desember bisa dibuka di sini. Untuk belajar mengelola gaji bulanan bisa ikut workshop CPMM, info buka di sini. Sementara untuk ilmu yang lengkap, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan ilmu advance, info buka di sini dan untuk workshop Basic Financial Planning info bisa dibuka di sini. Selain itu bisa juga bergabung di akun telegram group kami dengan nama Seputar Keuangan atau klik di sini.

Post Terkait