Gaji PNS Malaysia Bakal Dinaikkan Rp5,4 Triliun

Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak berjanji akan menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan menyiapkan anggaran 1,46 miliar ringgit (USD378,04 juta atau Rp5,4 triliun).

Hal itu menjadi strategi Najib untuk mendapatkan dukungan dari pegawai pemerintah menjelang pemilu. Jumlah PNS di Malaysia mencapai 1,6 juta orang dan mayoritas adalah penduduk etnik Melayu. Mereka memiliki ikatan tradisional dengan koalisi Barisan Nasional.

Namun demikian, biaya hidup yang terus meningkat, banyak PNS bisa saja memberikan dukungan kepada oposisi jika partai berkuasa tidak memperhatikan isu tersebut. Apalagi, skandal korupsi yang melanda Najib juga menumbuhkan sentiment negatif. Ditambah dengan mantan mentor Najib, Mahathir Mohamad yang kini sudah bergabung dengan oposisi.

“Pemerintah telah menyepakati peningkatkan gaji selama satu tahun penuh bagi 1,6 pegawai negeri dengan tambahan 1,46 miliar ringgit dari 1 Juli,” kata Najib saat menggelar pertemuan dengan para pegawai negeri di Putrajaya, Malaysia, dilansir Reuters.

Sebelumnya Najib menjanjikan pemberian dana tunai senilai 1.500 ringgit (Rp5,3 juta) pada Oktober bagi PNS dan 750 ringgit (Rp2,6 juta) bagi para pensiunan. Itu termasuk dalam aggaran 2018. Dulu, jelang pemilu 2012, PNS Malaysia juga mendapatkan kenaikan gaji antara 7 hingga 13%.

Pemilu kali ini menjadi tantangan terberat bagi Najib. Dia menghadapi skandal miliaran dolar 1MDB. Namun, dia membantah menerima dana tersebut. Tapi, sentimen negatif terhadap Najib terus berkembang di Malaysia.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Ekonomi Abdul Rahman Dahlan mengungkapkan PM Najib Razak diperkirakan akan mengumumkan pembubaran pemilu pada Jumat. Itu sebagai langkah awal untuk menu digelarnya pemilu.

Post Terkait