Fitch Rating Tegaskan Indonesia Layak Investasi

Lembaga pemeringkat rating kredit utama dunia, yakni Fitch Rating mengafirmasi peringkat layak investasi Indonesia.

Fitch menilai prospek ekonomi Indonesia membaik sehingga level BBB-/positive outlook layak diberikan.

Direktur dan Primary Analyst Fitch Ratings Thomas Rookmaaker mengatakan, peringkat itu diperoleh Indonesia karena prospek pertumbuhan dan exposure terhadap risiko sektor perbankan pun terbatas.

Selain itu, beban utang pemerintah dinilai rendah dan seimbang.

’’Indonesia terus memperkuat kebijakan makroekonomi dengan fokus pada stabilitas makro dan pertumbuhan yang berkelanjutan sejak kami merevisi outlook Indonesia menjadi positif dari stabil pada Desember 2016,” ujar Thomas, Kamis (20/7).

Fitch menilai, kebijakan moneter dan nilai tukar Bank Indonesia serta penurunan pertumbuhan utang luar negeri korporasi telah berkontribusi dalam memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Fitch juga mengapresiasi kredibilitas asumsi pertumbuhan ekonomi serta dorongan reformasi struktural untuk memperbaiki iklim usaha.

Meski begitu, lanjut Thomas, Fitch mencatat ada dua hal yang perlu menjadi perhatian.

Yakni, sektor eksternal yang masih perlu diperkuat serta faktor struktural perihal tata kelola dan lingkungan bisnis yang masih perlu ditingkatkan.

’’Agenda reformasi bisa kehilangan momentum jika friksi politik dan agama menjadi gangguan dari pembuatan kebijakan ekonomi saat Pemilihan Presiden 2019,” paparnya.

Fitch juga menilai asumsi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di APBNP 2017 lebih kredibel dan menggambarkan pergeseran dari target pertumbuhan ekonomi yang terlalu ambisius.

Ke depan, Fitch mencatat adanya peluang kenaikan (upside risk) penerimaan pemerintah sebagai dampak amnesti pajak, kewajiban pelaporan perpajakan, serta pertukaran data antarnegara.

’’Fitch memperkirakan pertumbuhan PDB riil akan meningkat menjadi 5,2 persen pada 2017 dan 5,6 persen pada 2018, dari capaian 5 persen di 2016,’’ jelas Thomas.

Gubernur Bank Indonesia Agus aMartowardojo menyatakan, afirmasi rating Indonesia pada level BBB- dengan outlook positif tersebut menjadi modal menjaga keyakinan investor.

Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Alexander Sugandi menilai, afirmasi rating tersebut membuat Indonesia berpeluang mendapatkan perbaikan ranking dari Fitch.

Namun, Eric meminta pemerintah tetap mewaspadai perlambatan ekonomi Tiongkok serta dampak proteksionisme kebijakan Presiden Donald Trump.

”Kerawanan ada, misalnya di kepemilikan asing pada surat berharga negara yang hampir 40 persen. Itu sesuatu yang harus diwaspadai karena ada kemungkinan outflow,’’ urainya.

Post Terkait