Fakta-Fakta IHSG saat Cetak Rekor, dari Kontribusi Sektor Domestik hingga Laba Perbankan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menembus level 6.000 pada perdagangan kemarin. IHSG pun mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 6.025.

Perjalanan IHSG memang diawali dengan penguatan ke rekor baru di 5.971. IHSG terus melanjutkan performa positif pada jeda perdagangan kemarin. Hasilnya, IHSG kembali mencetak rekor ke 5.983 pada jeda perdagangan siang, didukung oleh sektor tambang yang naik hingga 2,03%.

Puncaknya, IHSG berhasil menembus level 6.000 jelang penutupan perdagangan dan mencatatkan level tertinggi sepanjang masa di 6.025. Sepanjang tahun ini dari Januari hingga September jumlah investor domestik ritel bertambah 64.489 SID. Jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan pertambahan investor domestik ritel tahun lalu sebanyak 101.887 SID.

Tidak hanya bertambah secara kuantitas, investor domestik juga menyumbang 45% dari rata – rata nilai transaksi harian (RNTH) atau setara dengan Rp225,2 miliar. Sementara itu, RNTH pada September 2017 adalah Rp7,27 triliun.

Selain itu, IHSG juga mendapatkan tenaga dari laporan emiten perbankan. Sebagaimana diketahui, dari tiga emiten perbankan yang telah merilis laporan keuangan, yaitu PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Negera Indonesia (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negera (BBTN) mencatatkan laba bersih double digit.

Di sisi lain, meroketnya IHSG pada perdagangan kemarin juga ditopang oleh sentimen positif persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018.

Post Terkait