Emiten Ritel Mulai “Beri Diskon”, Bagaimana Kinerja Saham Mitra Adiperkasa?

Tutupnya dua gerai milik PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), seakan memberikan pukulan telak bagi emiten sektor ritel. Pasalnya, beberapa emiten ritel memang mulai melakukan efisiensi lantaran sepi pengunjung.

Meski demikian, Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih menekankan, tidak semua emiten ritel terimbas negatif. Beberapa emiten masih dapat mempertahankan kinerja positif.

Menurutnya, salah satu masih bersinar di tengah terjangan situs belanja online adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Saat ini MAPI masih mendapat peluang dari penjualan produk bermerek yang menyasar konsumen menengah ke atas.

“MAPI ada produk branded, dan untuk branded ini untuk daya beli masyarakat menengah cukup oke,” kata dia kepada Okezone.

Sebagai perbandingan, sepanjang semester I 2017, tiga emiten ritel yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mencatatkan laba bersih.

Sebut saja, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang mengantongi laba bersih Rp175 miliar atau naik 278% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp46,3 miliar. Kenaikan laba didukung oleh pertumbuhan pendapatan hingga 15,79%, dari Rp6,66 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp7,71 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Sementara itu, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) meraup laba bersih sebesar Rp368,77 miliar, atau naik 45,15% dari sebelumnya Rp254,05 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh pendapatan perusahaan yang mengalami kenaikan 9,84% menjadi Rp3,46 triliun dari sebelumnya Rp3,15 triliun.

Sedangkan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), mencatat kenaikan laba bersih 15,6% menjadi Rp1,338 triliun, dibanding Rp 1,157 triliun periode sama tahun lalu. Pencapaian laba ini didukung salah satunya dari kenaikan pendapatan bersih mencapai Rp 5,737 triliun atau meningkat 10,8% dibanding Rp5,180 triliun pada semester I tahun lalu.

Post Terkait